Komoditi Ekspor

Bantu Pasarkan Lengkuas Minyak Muktijaya ke Luar Negeri, Pemkab Bekasi Gandeng Eksportir Rempah

"Kami akan gandeng para eksportir rempah untuk membantu memasarkan salah satu jenis tanaman rimpang ini hingga ke pasar internasional," kata Dani

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Petani Lengkuas Minyak Muktijaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Hasil panen lengkuas minyak ini sedianya akan didorong Pemkab Bekasi dipasarkan ke luar negeri. 

TRIBUNBEKASI.COM, SETU --- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendorong lengkuas minyak Muktijaya, Kecamatan Setu untuk menjadi komoditi ekspor.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan meyakini hasil bumi lengkuas minyak yang diproduksi petani tradisional di Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, dapat diekspor.

Maka itu, pihaknya akan menggandeng eksportir rempah untuk membantu proses ekspor tersebut.

"Kami akan gandeng para eksportir rempah untuk membantu memasarkan salah satu jenis tanaman rimpang ini hingga ke pasar internasional," kata Dani, pada Kamis (12/8/2021).

Dani mengaku tujuan mendatangkan eksportir agar harga jual hasil bumi tersebut bisa lebih tinggi jika dibandingkan di pasar lokal sehingga produksi para petani ini berdaya saing.

Dia menyebut hasil pertanian jenis tanaman rimpang ini sebetulnya terbilang melimpah hanya saja terkendala di proses pemasaran dan sertifikasi benih untuk dapat diekspor.

"Terkait pemasaran, kami akan datangkan pelaku pasar yang sudah biasa mengekspor produk ini ke luar negeri agar penjualannya meningkat karena selama ini sering terkendala saat panen harganya malah jatuh," ucapnya.

Kemudian soal sertifikasi benih, kata dia, pemerintah daerah meminta bantuan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian dengan target sebulan ke depan bisa dikeluarkan sertifikatnya.

"Karena lengkuasnya berasal dari Desa Muktijaya maka kita tetapkan namanya yaitu Lengkuas Minyak Muktijaya. Setelah penamaan ini, bisa langsung diproses sertifikasinya," katanya.

Dani juga telah menyiapkan skema alternatif untuk memasarkan hasil bumi tersebut dengan menggandeng sektor industri dalam negeri yang bisa menyerap produk para petani ini.

"Ada target kedua yakni industri yang bisa menyerap rempah ini jadi kalau semisal nanti ekspor belum bisa alternatifnya kita jual ke industri yang membutuhkan," papar dia. 

(Sumber : Muhammad Azzam/TribunBekasi.com)

Baca juga: Bumi Perkemahan Karang Kitri Bakal Dipercantik, Pemkab Bekasi Siap Bangun Wahana Wisata

Baca juga: Gerakan Bekasi Berani Buahkan Hasil, Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Turun Dibawah 1000

Baca juga: Pedagang SGC Cikarang Kibarkan Bendera Putih, Pj Bupati Bekasi akan Sampaikan ke Kemendagri


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved