Breaking News:

Covid19

Tracing Penyebaran Kasus Covid-19 Masih Terkendala, Ini Penyebab Menurut Jubir Vaksinasi Kemenkes RI

Tracing atau pelacakan kasus Covid-19 Indonesia masih kurang maksimal dikarenakan adanya berbagai kendala. Apa saja?

Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Foto: Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi sebut masih ada warga yang enggan terbuka jika telah terpapar Covid-19. 

TRIBUNBEKASI.COM, - Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya tingkatkan pelacakan (tracing) penyebaran kasus Covid-19.

Diketahui selama ini, pelacakan kasus Covid-19 Indonesia masih kurang maksimal dikarenakan adanya berbagai kendala.

Hal itu dibenarkan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.

Ia mengakui, umumnya masyarakat yang positif covid-19 tidak mau ada pelacakan ke orang-orang terdekat.

Baca juga: Cara Praktis Lindungi Rambut dari Virus Covid-19 dengan Hair Sanitizer

Baca juga: Warga Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 Pfizer di Mega Bekasi, 1.500 Dosis Habis dalam 2 Jam

Baca juga: Di PeduliLindungi, Anda Bisa Download Sertifikat Vaksin Covid-19, Siapkan KTP dan Ini Cara Unduhnya

"Kalaupun ada kasus positif, tidak mau terbuka," kata Siti Nadia Tarmizi, Jumat (27/8/2021).

Siti Nadia menduga masyarakat yang menolak pelacakan karena tidak bersedia menjalani isolasi.

"Masyarakat harus mau terbuka dan mau di-tracing. Kalau nanti diminta tes untuk disegerakan," tuturnya.

Kendala lainnya, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat kelurahan, RT/RW, dan desa belum aktif membantu pelacakan di wilayah masing-masing.

Padahal, membantu pelacakan di wilayah masing-masing merupakan salah satu tugas Satgas di tingkat bawah.

Menurut Siti Nadia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pembina wilayah harus bisa mengaktifkan para Satgas, sehingga pelacakan kasus lebih baik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved