OJK Terbitkan Aturan Penyelenggara Layanan Urun Dana Berbasis TI Harus Terdaftar di Kominfo 

Hingga 31 Agustus 2021, sudah terdapat dua penyelenggara SCF yang mendapat izin OJK.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

TRIBUNBEKASI.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan Nomor 16/POJK.04/2021 tentang perubahan atas peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 57/POJK.04/2020 tentang penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi atau securities crowdfunding.

Peraturan ini diterbitkan menyesuaikan pemenuhan kewajiban bagi penyelenggara layanan urun dana selaku Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat untuk melakukan pendaftaran kepada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang penyelenggara sistem elektronik lingkup privat. 

Berisi kewajiban bagi setiap PSE lingkup privat untuk melakukan pendaftaran dalam jangka waktu paling lambat enam bulan sejak Permenkominfo tersebut berlaku yaitu 24 Mei 2021.

"Dalam POJK ini mengatur mengenai keharusan bagi penyelenggara layanan urun dana untuk terdaftar sebagai PSE di Kominfo. Penyelenggara layanan urun dana dilarang melayani penawaran efek oleh penerbit sebelum menyampaikan tanda daftar sebagai PSE kepada OJK," ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo melalui siaran pers, Rabu (1/9/2021).

Namun, larangan tersebut tidak berlaku bagi penyelenggara yang telah memperoleh izin usaha dari OJK yang merupakan perluasan kegiatan usaha dari penyelenggara layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi atau equity crowdfunding dan melakukan layanan urun dana berupa penawaran efek bersifat ekuitas saham.

"Hingga 31 Agustus 2021, sudah terdapat dua penyelenggara SCF yang mendapat izin OJK. Sementara, empat penyelenggara SCF sedang dalam proses perizinan," pungkasnya. (Tribunnews.com/Yanuar Riezqi Yovanda) 

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved