Pilpres

Demi Presiden Jokowi Tiga Periode, Amandemen UUD 1945 Diajukan, Ini Kata Sekjen Partai Bulan Bintang

Sekjen PBB Afriansyah Noor tanggpi soal kabar amandemen UUD 1945 diajukan agar Presiden Jokowi tiga periode.

Editor: Panji Baskhara
TribunSolo.com/AdiSurya/Youtube Sekretariat Presiden
Foto Kolase: Sekjen PBB Afriansyah Noor tanggpi soal kabar amandemen UUD 1945 diajukan agar Presiden Jokowi tiga periode. 

TRIBUNBEKASI.COM - Beredar kabar amandemen UUD 1945 diajukan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dapat menjabat tiga periode.

Namun, kabar Presiden Jokowi tiga periode ditanggapi langsung oleh Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Noor.

Diketahui, Jokowi mengadakan pertemuan dengan petinggi partai politik di Istana Kepresidenan, Rabu (1/9/2021).

Namun untuk kali ini Jokowi bertemu dengan para petinggi parpol koalisi dari non parlemen.

Baca juga: Instruksi Jokowi tak Dijalankan, Pj Bupati Bekasi Tegur Keras BBWS Citarum Soal Tanggul Jebol

Baca juga: Mengejutkan Tanggul Darurat Sungai Citarum di Pebayuran yang Dikunjungi Presiden Jokowi Amblas

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 19 Resmi Ditutup, Berikut Cara Cek Kelolosan Kepesertaan Kartu Sakti Jokowi

Diantara yang hadir ada PSI, PKPI, Perindo, Hanura, serta PBB.

Di kesempatan itu Jokowi sempat menyinggung soal amandemen UUD 1945.

Belakangan dikabarkan, amandemen itu akan dilakukan Jokowi demi bisa menjabat presiden selama tiga periode.

Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Noor, menyebut Jokowi dengan tegas tolak melakukan amandemen UUD 1945, baik secara terbuka maupun terbatas.

Menurut Ferry, alasan penolakan Jokowi ini lantaran tidak mau disalahkan seolah-olah ia ingin menjabat presiden selama tiga periode.

"Soal amandemen ini beliau menjawab, saya atau pemerintah tidak akan melakukan amandemen, baik terbuka maupun terbatas."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved