Rabu, 29 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Ribuan Warga Desa Sukaringin Krisis Air Bersih Akibat Pendangkalan Kali Cikarang

Sekretaris Desa Sukaringin, Markim Sariputra menjelaskan kekeringan di wilayahnya disebabkan karena pendangkalan Kali Cikarang akibat endapan lumpur.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com
Air tanah di Desa Sukaringin keruh akibat terdampak kekeringan. 

TRIBUNBEKASI.COM, SUKAWANGI — Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi jadi salah satu dari 22 wilayah yang terdampak kekeringan. Akibatnya, ribuan warga yang bermukim di daerah tersebut mengalami krisis air bersih.

Sekretaris Desa Sukaringin, Markim Sariputra menjelaskan kekeringan di wilayahnya disebabkan karena pendangkalan Kali Cikarang akibat endapan lumpur.

"Penyebabnya utama itu karena aliran Kali Cikarang di hulu yang memang ada pendangkalan dan banyak sampah yang menghambat laju air ke kami," ujar Markim saat dikonfirmasi, Jumat (3/9/2021).

Terhambatnya aliran Kali Cikarang yang merupakan sumber utama pasokan air di Sukaringin menyebabkan 1.000 KK terdampak bencana kekeringan yang terjadi sejak Mei 2021 lalu. 

"Jumlah KK di wilayah kami ada 1.000 KK yang terdampak. Kekeringan terjadi sejak 4 bulan lalu," ungkapnya.

Selain itu, musim kemarau yang berkepanjangan juga semakin mempersulit warga mendapatkan air bersih dari sumur resapan tanah.

"Bulan-bulan kemarin memang jarang hujan, jadi air tanah itu semakin kering sehingga terjadi lah krisis air bersih," kata Markim.

Kekeringan menyebabkan buruknya kualitas air yang bersumber dari sumur tanah di perumahan warga. Tak banyak pula air yang bisa didapatkan dari sumur-sumur tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Khaerul Hamid, mengatakan endapan lumpur dan penyumbatan sampah di Kali Cikarang menyebabkan 22 desa di seputar aliran Kali Cikarang mengalami kekeringan.

"Karena Kali Cikarang ini lingkupnya sudah dikategorikan sebagai bencana, akibatnya ada 22 desa yang kekeringan karena aliran airnya itu tersumbat sampah dan lumpur. Pj Bupati sampai turun tangan kan," ungkap Khaerul.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved