Berita Daerah

Dugaan Pungli di Samsat Jakarta Timur, Saber Pungli Tindaklanjuti dengan Sidak di Beberapa Samsat

Tim Saber Pungli menindaklanjuti laporan aktivis antikorupsi Emerson Yuntho soal pungli di Samsat Jakarta Timur. Sidak dilakukan di beberapa lokasi.

(Dok PPID DKI Jakarta)
Ketua Pelaksana Harian Saber Pungli Komisaris Besar Imam Saputra saat meninjau pelayanan di Kantor Samsat Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) menindaklanjuti laporan aktivis antikorupsi Emerson Yuntho soal dugaan pungli di kantor Satuan Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021).

Adapun Emerson mengadukan dugaan praktik pungli kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) RI Mahfud MD, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Mau Nikah Gratis? Ini Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan, Bupati Karawang: Bisa Langsung Daftar

Tak menunggu lama, Tim Saber Pungli langsung melakukan sidak di Samsat Jakarta Timur, Selasa (7/9/2021).

Tak hanya di situ, Rabu (8/9/2021), sidak dilanjutkan di Samsat Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Samsat BNN. Dengan hasil nihil pungli.

Ketua Pelaksana Harian Saber Pungli Komisaris Besar Imam Saputra mengatakan, detail pelayanan mulai dari pendaftaran sampai pengarsipan sudah menerapkan SOP yang ditetapkan.

Meski demikian, Imam meminta kepada aparatur di lingkungan kantor Samsat untuk tidak cepat berpuas diri dan tetap meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami melihat rekan-rekan sudah berupaya seoptimal mungkin untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya,” ujar Imam Saputra, Kamis (9/9/2021).

“Jangan merasa puas, tentu harus ada peningkatan, dan kalau bertahan di zona nyaman itu justru menjadi langkah mundur,” imbuhnya.

Baca juga: Sebelum Bebas Bersyarat 2023, Hadiyanto Meregang Nyawa Akibat Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Imam menyadari, pelayanan yang diberikan petugas memang belum seutuhnya sempurna.

Namun demikian, petugas tetap berupaya memberikan yang terbaik, sekaligus peningkatkan pelayanannya.

“Perilaku pelaksanaan yang sesuai dalam menyelenggarakan pelayanan publik akan memberikan rasa nyaman dan rasa percaya kepada pemerintah,” ujar Imam.

Kata dia, praktik pungli sangat berdampak negatif pada kualitas pelayanan masyarakat.

Karena itu, diperlukan pengawasan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penyimpangan dalam melaksanakan tugas pelayanan masyarakat di setiap lingkungan kantor samsat.

Imam juga menekankan kepada aparatur setempat untuk menjunjung integritas, dan bekerja sesuai dengan prosedur/peraturan yang berlaku.

Baca juga: Imigrasi Karawang Deportasi Lima WN India karena Divonis Bersalah Pemalsuan Dokumen

Halaman
123
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved