Breaking News:

Berita Kesehatan

Bagi Penyandang Diabetes, Olahraga Harus Disesuaikan Kondisi Fisik

Meski tanpa ada keluhan, penyandang DM perlu melakukan pengukuran kondisi fisik sebelum dan sesudah olahraga.

dok www.libya-today.com   
Ilustrasi - Aktivitas olahraga ringan bagi penyandang diabetes melitus. 

TRIBUNBEKASI.COM — Salah satu aktivitas yang penting untuk dilakukan oleh semua orang adalah olahraga, tak terkecuali bagi mereka yang menyandang penyakit diabetes melitus (DM)

Namun program olahraga yang dilakukan penyandang DM hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesehatannya.

Dokter spesialis keolahragaan, dr. Michael Triangto, Sp.OK mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia yang sehat harus mampu memobilisasi diri sendiri dengan berjalan, dan bukan dengan bantuan kursi roda maupun kendaraan. 

Begitu juga, bagi penyandang DM, mereka harus memperhatikan kondisi fisiknya selama dan setelah berolahraga. Misalnya, apakah ada keluhan sakit di lutut usai berjalan kaki.

"Jika dirasa sakit, maka sebaiknya berkonsultasi kembali dengan dokter untuk dibuatkan program olahraga yang lain. Tetapi, jika tidak ada keluhan apa pun bisa dilanjutkan," kata dokter 

Michael saat live instagram bertajuk 'Mencegah Diabetes di Masa Pandemi dan Meningkatkan Imunitas Tubuh', pekan lalu.

Meski tanpa ada keluhan, penyandang DM perlu melakukan pengukuran kondisi fisik sebelum dan sesudah olahraga. Parameternya, mengukur kadar gula darah, nadi, dan tensi sebelum olahraga.

"Selain itu apakah ada atau tidak. Sebab kalau tensi tinggi, kalau kadar gula darahnya terlalu rendah, disarankan untuk tidak olahraga dulu," katanya.

Dan program olahraga bagi penyandang DM, juga harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan karakter kesehatannya.

Dokter Michael mengatakan, penyesuaian itu penting agar tidak terjadi gangguan kesehatan lain atau cidera saat olahraga.

Selain itu juga, harus memperhatikan apakah ada keluhan yang terjadi selama berolahraga. 

"Apakah ada keluhan pusing, mual, sakit kepala atau terlalu lelah. Dengan demikian kita dapat memutuskan apakah program latihan berikutnya masih tetap sama atau harus dirubah dengan yang lain," kata dokter Michael. 

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved