Breaking News:

Banyak Anak Jarang Belajar, Save the Children Indonesia Lakukan Program Guru Kunjung

Di Provinsi NTT, NTB, dan Jawa Barat, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat menyelenggarakan program guru kunjung.

TribunJabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi Guru Kunjung - Guru SDN Rancamanyar 03 berbincang dengan salah seorang siswa yang tidak mengikuti pembelajaran daring (online), di Kampung Cilebak, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (14/5/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM — Pandemi virus corona atau Covid-19 yang telah berlangsung satu tahun lebih, memaksa lebih dari 60 juta anak di Indonesia melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sejak Maret 2020, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggunakan stasiun televisi dan daring atau online agar pembelajaran tetap berlangsung.

Kuota internet juga disediakan supaya anak dapat mengakses berbagai aplikasi guna mendukung proses belajar.

Kendati demikian, ikhtiar tersebut belum mendukung maksimalnya hasil pembelajaran jarak jauh.

Tujuh dari 10 anak ditemukan jarang belajar selama pandemi coronavirus disease atau Covid-19.

Hal itu berdaarkan Studi Global Save the Children pada Juli 2020 yang dilakukan di 46 negara khususnya Indonesia.

Beberapa hal jadi penyebab anak jarang belajar, yakni terbatasnya ketersediaan materi belajar yang memadai dan tidak mempunyai gawai.

Selain itu, terbatasnya atau tidak punya kuota internet, bahkan demotivasi karena sulit memahami PR dan tidak dapat bimbingan guru. 

Media and Brand Manager Save the Children Indonesia, Dewi Sri Sumanah, mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pentingnya pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini.

Orangtua dan Dinas Pendidikan setempat harus memastikan setiap anak tanpa terkecuali mendapatkan akses pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Ramadhan L Q
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved