Banyak Anak Jarang Belajar, Save the Children Indonesia Lakukan Program Guru Kunjung

Di Provinsi NTT, NTB, dan Jawa Barat, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat menyelenggarakan program guru kunjung.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ichwan Chasani
TribunJabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi Guru Kunjung - Guru SDN Rancamanyar 03 berbincang dengan salah seorang siswa yang tidak mengikuti pembelajaran daring (online), di Kampung Cilebak, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (14/5/2021). 

Terkait dengan keterlibatan orangtua dalam membantu anak belajar di rumah, Save the Children bersama dengan Dinas Pendidikan setempat membantu menyediakan lembar kerja siswa berisi kegiatan belajar anak selama satu minggu, termasuk alat belajar anak-anak.

Harapan Save the Children untuk pembelajaran anak, lanjut Dewi, adalah ingin agar seluruh pihak memastikan setiap anak tanpa terkecuali dapat mengakses pendidikan yang berkualitas.

“Secara daring maupun luring, dan tentunya pada lingkungan yang aman. Sehingga anak-anak bisa menikmati proses belajar yang menyenangkan, seperti harapan dari gerakan merdeka belajar yang diusung Kemendikbud,” kata Dewi. 

Dukungan seluruh pihak dibutuhkan guna mengantisipasi kesulitan belajar yang membuat anak-anak kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss).

Learning lossakan berdampak terhadap kurangnya keahlian mereka pada saat dewasa (less-skilled workers) untuk dapat bersaing di dunia kerja atau usaha.

Selain itu, kemampuan mereka menurun untuk menghasilkan pendapatan (decreased earning capacity).

 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved