Berita Daerah

Emerson Yuntho Nilai Valentino Rossi Sulit Dapat SIM C di Indonesia karena Pungli Mengganas

Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho prihatin lihat praktik pungli di Indonesia. Dia pun mengibaratkan Valentino Rossi sulit dapat SIM jika jalur resmi.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ilustrasi - Pemerhati antikorupsi Emerson Yuntho prihatin pada praktik pungli yang mewabah di Indonesia, terutama saat pembuatan SIM. 

"Selama ada pungli jangan berharap pelayanan menjadi baik. Padahal pelayanan yang baik akan meningkatkan citra pemerintah secara keseluruhan," imbaunya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Terjadi di 20 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Berikut Data Penyebarannya

Menurut Emerson, cara pemerintah dan kepolisian saat ini sangat biasa-biasa saja dalam memberantas Pungli di kedua pelayanan publik tersebut. Hal inilah yang membuat Pungli tak pernah berhenti.

Menurutnya, Presiden bisa perintahkan Menko Polhukam dan Kapolri untuk bereskan masalah ini secara permanen sehingga tidak terjadi dikemudian hari.

Kapolri dinilai harus melakukan evaluasi secara menyeluruh pada proses pengurusan administrasi dan perizinan kendaraan, menutup celah korupsi atau pungutan liar.

Kapolri juga dinilai perlu melakukan revisi Peraturan di internal Polri terkait adiministrasi dan Surat Izin Mengemudi termasuk didalamnya memperbaiki ujian teori dan praktik dalam memperoleh SIM. 

Baca juga: Prokes Ketat dan Vaksinasi Memicu Penurunan Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

"Terakhir, Kami menyampaikan keluhan dan permintaan ini melalui surat, bukan lewat mural atau poster, mohon tidak dilakukan penangkapan atau pemeriksaan terkait pengiriman surat ini," tulis Emerson mengakhiri petisinya.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved