Breaking News:

Berita Nasional

Pushidrosal TNI AL Temukan Bahaya Keselamatan Navigasi dan Pelayaran di Selat Bangka

Pushidrosal TNI AL menemukan kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di Selat Bangka yang membahayakan bagi keselamatan navigasi dan pelayaran.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Konferensi pers Danpushidrosal TNI AL Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan perihal penemuan kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di Selat Bangka yang membahayakan bagi keselamatan navigasi dan pelayaran. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Pusat Hidro-oseanografi (Pushidrosal) TNI AL menemukan kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di Selat Bangka yang membahayakan bagi keselamatan navigasi dan pelayaran. 

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan mengatakan hal itu bermula dari laporan kapal yang mengenai kedangkalan atau touching ground di perairan Selat Bangka. 

Baca juga: Saat Pandemi Virus Corona Mengganas di Bulan Juli, Utang Luar Negeri Nyaris Tembus Rp 6.000 Triliun

Peristiwa itu terjadi dua kali pada bulan November 2020 yaitu MV Hyundai Anterp yang berbendera Marshall Island dan pada bulan Februari 2021, MV Posidana yang berbendera Norwegia. 

Menanggapi hal tersebut, Pushidrosal TNI AL mengambil langkah dengan mengirimkan Tim Survei Tanggap Segera, dan KRI Pollux 935 untuk survey investigasi ke lokasi di Selat Bangka

“Dari kegiatan survey investigasi, ditemukan ada kerangka kapal pada kedalaman 7,5 meter di lokasi tersebut,” ucap Agung, di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (15/9/2021). 

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 di Indonesia Menurun, Presiden RI Joko Widodo: Sebuah Penurunan Tajam

Kerangka kapal yang ditemukan itu berukuran panjang 132 meter dan lebar 15 meter.

Hampir seluruh badan kapal ditumbuhi terumbu karang yang dihuni berbagai jenis ikan dan biota laut.

“Temuan ini berada di sekitar recommended track alur pelayaran Selat Bangka sehingga berpotensi membahayakan perlintasan pelayaran pada alur tersebut,” kata Agung. 

Sementara dengan peralatan Sidescan Sonar dan juga konfirmasi visual lewat Remotely Operated Vehicle (ROV), kapal itu adalah MV. Pagaruyung yang tenggelam pada September 2003 silam. 

Baca juga: Dua Pasien Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Membaik, Satu Kritis Akibat Trauma Inhalasi

Sehubungan dengan temuan kerangka kapal yang berada tepat pada alur pelayaran di perairan Selat Bangka, Pushidrosal akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. 

“Nanti Kementerian Perhubungan yang akan menindaklanjuti soal posisi kapal ini yang sudah ada banyak terumbu karang,” ungkap Agung.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Valentino Verry
Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved