Berita Bekasi

Cegah Penyebaran DBD, Dinkes Kota Bekasi Bakal Pantau Jumantik dan Pemantau Jentik di Tiap Wilayah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, di tahun 2021 pada bulan Agustus tercatat ada 1.554 kasus.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Kolase foto/net
ILUSTRASI KASUS DBD ---Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditengah pandemi Covid-19. (FOTO ILUSTRASI) 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditengah pandemi Covid-19.

Salah satunya mengedepankan edukasi ke masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, di tahun 2021 pada bulan Agustus tercatat ada 1.554 kasus.

Jumlah itu memang masih rendah jika dibandingkan tahun 2020 yang total dalam setahun berjumlah 1.646 kasus DBD.

Baca juga: Penyuluhan Waspada DBD di Ponpes Attaqwa, dr Siti Zakiyah: Jenis Nyamuk Kebun Juga bisa Bawa Virus

Baca juga: Antisipasi Wabah DBD, Santri dan Guru Ponpes Attaqwa Putra Kerja Bakti Massal dan Fogging

"Promosi Kesehatan (Promkes) harus betul bergerak ke masyarakat ya, jadi sekaligus melaksanakan vaskin sekaligus kita mengedukasi masyarakat, terkait DBD tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Senin (20/9/2021).

Tak hanya mengedukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perubahan perilaku terkait kebersihan lingkungan seperti mengedepankan 4M (Menutup, Menguras, Mengubur, Memantau).

Pihaknya meminta agar masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungannya sendiri.

Sebab DBD akan muncul karena adanya tempat berkembangnya nyamuk, sehingga antisipasi harus dilakukan sebelum kasus meningkatkan.

"Kita punya satu rumah satu jumantik. Nah itu kita juga belum pantau kembali. Apakah ini masih berjalan, kemudian kita juga punya tim pemantau jentik di masing masing wilayah juga ada itu harus dibuka juga," katanya.

Kasus DBD ditengah pandemi Covid-19 ini memang menjadikan kendala tersendiri bagi tenaga kesehatan.

Sebab kasus DBD yang terjadi kerap kali memiliki ciri-ciri yang sama dengan kasus Covid-19 yaitu salah satunya demam tinggi.

"Tapi kembali lagi ada pemeriksaan penunjang yang akan menentukan ini DBD atau Covid-19. Memang kesulitan kembali kita saat ini sedang pandemi," ujarnya.

Pihaknya meminta kepada para Kepala Puskesmas di Kota Bekasi untuk selalu mengedepankan edukasi ke masyarakat, selain memberikan edukasi terkait vaksin sebagai bentuk mengejar herd immunity di Kota Bekasi.

Jumlah kasus meningkat 

Halaman
12
Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved