Berita Kriminal

Begini Ciri-ciri Enam Pelaku Pembegalan Motor Ustaz Jamiludin di Mustikasari Kota Bekasi

"Pas saya teriak, saya juga sudah terima sayatan samurai, Terus abis itu ada warga, warga pas datang, motor sudah terbawa, sudah diambil," katanya.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Istimewa
ILUSTRASI BEGAL MOTOR --- Ustaz Jamiludin korban begal di Jalan Raya Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Selasa (21/9) kemarin menceritakan detik-detik dirinya menjadi sasaran komplotan begal. 

TRIBUNBEKASI.COM,MUSTIKAJAYA --- Ustaz Jamiludin korban begal di Jalan Raya Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Selasa (21/9) kemarin menceritakan detik-detik dirinya menjadi sasaran komplotan begal.

Akibat kejadian itu, Jamiludin kehilangan kendaraannya.

Jamiludin mengaku sebelum kendaraannya di rampas oleh para pelaku, dirinya menyebut jika ada enam orang pelaku yang secara tiba-tiba memepet dirinya saat tengah berkendara.

Seorang pelaku mengacungkan senjata tajam jenis celurit.

"Mereka ada yang pake helm, ada yang engga. Pokoknya sekitar 6 orang lebih. Yang bawa senjata (celurit) yang diboncengi, yang bawa motor mah engga bawa senjata," kata Jamiludin, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Komplotan Begal Beraksi di Mustikajaya Bekasi, Korban Seorang Ustaz Ditodong Sajam Motor Dirampas

Baca juga: Ungkap Penembak Ustaz Polisi Selidiki Rekaman CCTV, Terduga Pelaku Mengenakan Seragam Atribut Ojol

Para pelaku begal tersebut, meminta Jamiludin untuk berhenti.

Namun  ia menyadari jika gerombolan orang tak dikenal itu merupakan pelaku begal yang tengah mengincar kendaraannya.

Jamiludin mengaku memang sempat melakukan perlawanan.

"Pas saya teriak, saya juga sudah terima sayatan samurai, Terus abis itu ada warga, warga pas datang, motor sudah terbawa, sudah diambil," katanya.

Akibat kejadian itu kendaraan roda duanya raib dibawa oleh pelaku.

Sedangkan korban juga mengalami luka sebanyak 50 jahitan di enam titik dibagian punggung.

Namun beruntung nyawa Jamiludin masih bisa diselamatkan, setelah warga yang mengetahui kejadian itu membawa korban ke rumah sakit.

Jamiludin mengaku memang sudah terbisa pulang larut setelah menjadi rutinitas pengajian dibeberapa wilayah.

Ia pun menyadari jika wilayah yang ia lintas tersebut, merupakan daerah yang rawan kriminalitas termasuk begal.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved