Berita Bekasi

Warga Bertanya-tanya untuk Apa Pemkab Bekasi Bangun Trotoar di Kalimalang Hingga Rp 26 Miliar?

"Kok malah trotoar yang dibangun? Pejalan kaki di sini enggak banyak," ucapnya saat dtemui di lokasi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengalokasikan anggaran Rp26 miliar untuk membangun trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG -- Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengalokasikan anggaran Rp 26 miliar untuk membangun trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang.

Padahal, sejak dibangun 2018 lalu, trotoar itu lebih banyak dihuni para pedagang dan parkir kendaraan dari pada para pejalan kaki.

Seorang warga bernama Ahmad (28) keheranan terhadap rencana pembangunan infrastruktur trotoar di Kalimalang.

Menurutnya, membangun trotoar bukan merupakan kebutuhan utama masyarakat sekitar.

Baca juga: Pemkab Bekasi Siapkan Anggaran Dana Rp 18,2 Miliar Benahi Tujuh Puskesmas

Baca juga: Direncanakan Jadi Jalan Protokol, Jalan Inspeksi Kalimalang Bakal Ditata Lebih Rapi

Apalagi, kondisi Kalimalang sangat gersang di beberapa titik lantaran minimnya pepohonan.

"Kok malah trotoar yang dibangun? Pejalan kaki di sini enggak banyak," ucapnya saat dtemui di lokasi, Selasa (28/9/2021).

Daripada membangun trotoar, Ahmad menilai lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak atau memperbaiki lampu penerangan di Kalimalang.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat memantau Jalan Inspeksi Kalimalang.
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat memantau Jalan Inspeksi Kalimalang. (TribunBekasi.com)

Gelapnya kondisi Kalimalang di malam hari menyebabkan banyak tindak kriminalitas jalanan yang sering terjadi di lokasi tersebut.

"Mendingan dibagusin jalannya, biar rata, enggak banyak yang kecelakaan. Kalau enggak lampu jalan dibanyakin. Percuma kalau trotoarnya bagus, tapi lampunya enggak ada. Malah takutnya jadi tempat nongkrong," kata Ahmad.

Pada 2018 lalu, sedikitnya Rp 10 miliar dianggarkan Pemkab Bekasi untuk membangun trotoar.

Setahun berselang, Rp 12,8 miliar kembali dikucurkan untuk pembangunan trotoar di Kalimalang.

Hasilnya, trotoar itu kini hanya dihuni para pedagang untuk berjualan.

Sisanya, trotoar hancur karena lebih sering digunakan untuk parkir kendaraan ketimbang berjalan kaki.

Berdasarkan informasi, anggaran sebesar Rp26 miliar itu terdiri dari penataan Jalan Kalimalang (Tegaldanas-Tegalgede) sebesar Rp15,8 miliar, pembangunan saluran dan trotoar batas kota-Cibitung sebesar Rp5 miliar, pembangunan lanjutan drainase dan trotoar ruas Tegalgede-Tegaldanas Rp3,9 miliar dan penataan Jalan Kalimalang Cibitung-Tegalgede sebesar Rp2 miliar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved