Breaking News:

Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukum Eks Kader Partai Demokrat, Ini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Dr Fahri Bachmid selaku Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, angkat bicara mengenai kisruh Partai Demokrat.

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
Wikipedia
Dr Fahri Bachmid selaku Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, angkat bicara mengenai kisruh Partai Demokrat. 

TRIBUNBEKASI.COM - Masih jadi perbincangan publik soal kisruh Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko

Kedua kubu makin memanas, saat Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra ditunjuk jadi kuasa hukumnya eks Kader Partai Demokrat.

Dr Fahri Bachmid selaku Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, angkat bicara soal permasalahan ini.

Bahkan, Fahri Bachmid ini turut merespon mengenai pendapat Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah.

Baca juga: Andi Arief Sindir Yusril Ihza Mahendra, Pemuda Bulan Bintang: Silakan Partai Demokrat Cari Pengacara

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Disindir Soal Polemik Partai Demokrat, Simak Tanggapan Menohok dari Bappilu PBB

Baca juga: Demokrat Karawang Komitmen Berkoalisi dengan Rakyat, Disampaikan saat HUT ke-20 Partai Demokrat

Diketahui, Rizal Fadillah sempat memberikan penjelasan soal langkah hukum dilakukan Yusril Ihza Mahendra.

Saat itu Yusril Ihza Mahendara mendampingi empat mantan anggota Partai Demokrat dari kubu Moeldoko.

Rizal menerangkan, langkah hukum Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review (JR) atau uji materi terhadap AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020 ke Mahkamah Agung (MA), dinilai berbahaya.

Maka dari itu, menurut Fahri Bachmid, pendapat yang dilontarkan Rizal direspon secara proporsional dan objektif.

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved