Bagaimana Cara Mengatasi Harga Telur Anjlok? Berikut Penjelasan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani ungkap cara mengatasi anjloknya harga telur yang membuat para peternak ayam petelur merugi.

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
Dok Partai Gerindra
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani ungkap cara mengatasi anjloknya harga telur yang membuat para peternak ayam petelur merugi. 

Sehingga, produksi ayam petelur menjadi tinggi sebagai akibat dari penerapan PPKM.

Sementara serapan di pasar masih rendah dan produksi yang melimpah tidak bisa diserap maksimal oleh pasar.

Inilah yang menyebabkan harga telur terus mengalami penurunan.

Akibatnya, para peternak ayam petelur mengalami kerugian.

"Rendahnya harga telur dipicu oleh tingginya harga pakan. Ini menyebabkan produksi ayam jadi mahal, sementara harga telur menjadi jatuh."

"Hotel-hotel dan bisnis restoran belum semuanya pulih dan normal, itulah yang menyebabkan harga telur anjlok efek kebijakan PPKM" ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera memberi solusi atas persoalan ini.

Caranya melalui sumber dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 321,2 triliun dan anggaran UMKM sebesar Rp 27,28 triliun.

Partai Gerindra, kata Ahmad Muzani, yakni jatuhnya harga telur yang merugikan peternak ayam ini bisa diatasi.

Yakni, dari sumber APBN yang sudah disepakati DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 30 September lalu. 

"Akumulasi dari kerugian yang dialami para peternak ayam telur itu bisa mencapai triliunan rupiah. Itulah mengapa mereka meminta perhatian dari pemerintah."

"Maka Partai Gerindra harap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para peternak ayam telur ini melalui dana PEN atau UMKM yang baru saja disetujui DPR Tahun Anggaran 2022."

"Sehingga mereka bisa bertahan meski harga telur jatuh dan merugi," ujar Muzani. 

Sebelumnya, anjloknya harga telur mencapai Rp 15 ribu perkilo berdampak pada peternak yang merugi hingga puluhan juta rupiah.

Hal itu seperti diakui Peternak Unggas Sejahtera (Putera) di Blitar.

Ketua Putera Sukarman mengatakan, kondisi peternak mulai terganggu sejak Covid-19.

Harga telur tudak stabil dan sering jatuh.

Sedangkan harga pakan melambung tinggi, baik konsentrat, pabrikan, maupun jagung.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved