Rabu, 10 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Daerah

Ariza Sebut Ajang Formula E Digelar untuk Mendukung Program Langit Biru, Bukan Urusan Politik

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria bingung adanya anggapan negatif pada ajang Formula E. Padahal kegiatan itu positif mendukung program langit biru.

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Wagub DKI Ahmad Riza Patria menepis tudingan negatif seputar ajang Formula E. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menepis tudingan miring seputar ajang Formula E.

Menurut pria yang akrab disapa Ariza ini, kegiatan olahraga yang bergengsi tersebut untuk mendukung program langit biru yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

Baca juga: Final Sepak Takraw PON Papua, DKI Jakarta dan Jawa Timur Tantang Putra Putri Sulawesi Selatan

Karena itu politisi Partai Gerindra ini menegaskan, perizinan penyelenggaraan balap mobil Formula E tak politis. 

"Tidak ada urusan politis ya," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021) malam.

Orang nomor dua di Ibu Kota ini juga menambahkan, bahwa Formula E merupakan salah satu cara untuk mendukung Jakarta langit biru, tanpa polusi, dan juga mendukung berbagai program elektrik.

"Urusan bagaimana kita mendukung Jakarta langit biru, tanpa polusi, kita  mendukung berbagai program elektrik ya," tambahnya.

Sementara itu, diketahui PT Jakarta Propertindo alias Jakpro (Perseroda) memastikan bahwa Formula E tak digelar di Monas.

Baca juga: Apriyani Rahayu Siap Tampil Maksimal di Ajang Piala Uber saat Bertemu Tim Jerman

"Venue yang jelas bukan di Monas, itu saja cluenya," ucap Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro Gunung Kartiko usai menghadiri rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (06/10/21).

Lanjutnya, kata Gunung, lokasi Formula E yang sebelumnya direncanakan di Monas terkendala perizinan dari pemerintah pusat.

Maka dari itu, JakPro memutuskan mencari lokasi lainnya yang tetap menunjukkan ikon kota Jakarta.

"Ya, banyak, ada lima alternatif. Karena Monas kayaknya agak berat dari sisi perizinan, jadi kita cari lokasi ikon Jakarta yang memang menunjukkan Jakarta," ucapnya.

Menurutnya, nantinya Formula E Operation (FEO) akan meninjau langsung lokasi-lokasi yang dijadikan calon trek balap Formula E.

Baca juga: Petinju Jil Mandagi Pilih Mediasi Meski Tersakiti Akibat Diserang Oknum Panpel di PON XX Papua

"Nantinya gini, dari alternatif itu nanti FEO akan datang untuk survei, mapping semua. Baru akan ditentukan yang bagus, (misal) alternatif 1 atau 2," tutupnya.

Salah satu lokasi yang kini dibidik untuk menggelar Formula E pada 2022 adalah kawasan Pantai Maju Bersama, Penjaringan, Jakarta Utara.

Terkait hal tersebut, Warta Kota berkesempatan menuju ke kawasan Pantai Maju Bersama.

Untuk bisa ke sana, kita harus melalui jembatan karena lokasinya yang berada di pinggir pantai. 

Jembatan yang ada dekat Apartemen Oakwood tersebut menghubungkan antara Pulau Reklamasi dengan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Warga bisa melewatinya untuk ke Pantai Maju Bersama. 

Baca juga: Wartawan Terpanggil Bantu Pemulung dan Anak Yatim yang Terdampak Pandemi Virus Corona

Kondisi jalan di kawasan Pantai Maju Bersama lebih banyak dipasangi konblok ketimbang aspal. Hanya ada sebagian jalan saja yang dilapisi aspal untuk kendaraan yang melintas. 

Sementara di titik-titik tertentu seperti bundaran dan jalan utama lainnya lebih banyak dipasangi konblok. Maklum saja kawasan itu lebih banyak berdiri perumahan maupun restoran. 

Ada banyak titik kawasan kuliner di area Pantai Maju Bersama. Selain itu masih ada lagi area yang biasa digunakan warga untuk sekadar olahraga maupun menikmati pemandangan tepi pantai. 

Seorang warga, Andre (27) mengaku sudah ada mendengar rencana Formula E bakal dihelat di kawasan Pantai Maju Bersama. Hanya saja ia pun heran dengan pemilihan tempat tersebut. 

Baca juga: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Dorong Para UMKM Harus Mampu Beradaptasi Secara Digital, Ini Caranya

“Bingung sih, kan itu (Formula E) balapan yah, sementara di sini (Pantai Maju Bersama) malah jalannya banyakan konblok, bukan aspal,” ujar Andre, Jumat (8/10/2021). 

Ditambah lagi di kawasan Pantai Maju Bersama lebih dikenal sebagai tempat kuliner maupun juga lokasi bagi mereka yang ingin menikmati suasana tepi pantai khususnya pada sore hari. 

Belum lagi dengan ada banyaknya permukiman di tempat tersebut. Sehingga dikhawatirkan ajang balap mobil itu malah menimbulkan masalah lain di kemudian hari khususnya warga setempat. 

“Lagian kalau di sini kayaknya nggak ada trek lurus gitu deh, nggak tahu ya kalau di tempat lain. Apalagi di sini kan banyak tempat nongkrong,”ujarnya seraya menikmati suasana tepi pantai. 

Baca juga: Target Pencapaian Vaksin di Tiga Desa Masih Rendah, Petugas Kecamatan Tambun Utara Lakukan Cara Ini

Sementara warga lainnya, Nurul (23) tidak tahu ada rencana Formula E bakal dihelat di kawasan Pantai Maju Bersama. Hanya saja ia pun memberi dukungan dari rencana tersebut. 

“Kalau emang iya, seru juga kali yah. Nonton adu balap mobil sambil menikmati suasana pantai,” ujar Nurul. 

Apalagi ajang internasional tersebut bsia menjadi daya tarik DKI Jakarta khususnya kawasan pulau reklamasi agar lebih dikenal daripada sekarang. 

“Kan selama ini orang tahu namanya aja reklamasi tapi nggak semuanya tahu kayak gimana sekarang bentuknya. Cuman bingungnya kalau jadi, mau di mana sirkuitnya yah,” kata Nurul. 

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang menyiapkan sejumlah tempat alternatif yang akan digunakan sebagai lokasi sirkuit ajang balap Formula E 2022.  

Baca juga: Partai Ummat Sebut Presiden Jokowi Gagal Mengatasi Dua Konflik Agraria yang Telah Memakan Korban

Hal itu dilakukan usai niat Pemprov DKI Jakarta menggelar ajang balap mobil listrik di kawasan Monumen Nasional (Monas) tidak mendapat izin dari pusat dikarenakan kawasan cagar budaya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada lima tempat yang sedang dikaji untuk digunakan sebagai sirkuit Formula E.

“Ada lima alternatif, di antaranya ada di kawasan Senayan dan di Pantai Maju Bersama. Nanti akan dipilih lokasi terbaik,” ujarnya, Rabu (6/10/2021). 

Reklamasi Berganti Nama

Sebelum sekarang dikenal dengan nama Pantai Kita Maju Bersama, kawasan tersebut dulunya disebut Pulau Reklamasi. Hingga akhirnya pada tahun 2018 silam berganti nama. 

Baca juga: Seleksi Kompetensi Tahap I Guru ASN PPPK 2021, Berikut Ini Link Resmi Pengumumannya dari Kemendikbud

Sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 1.744 Tahun 2018, tiga pulau reklamasi di kawasan tersebut berganti nama. 

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan nama pulau reklamasi kini berubah dari Pulau C menjadi Pantai Kita, Pulau D menjadi Pantai Maju, dan Pulau G mejadi Pantai Bersama. 

“Dulu namanya pulau C, D, dan G. Sekarang namanya "Pantai Kita", "Pantai Maju", serta "Pantai Bersama". Jadi "Pantai Kita Maju Bersama",” ungkap Ali baru-baru ini. 

Ketika itu Anies menghentikan proyek reklamasi yang belum sempat dimulai. Sementara proyek reklamasi yang sudah terlanjur dikerjakan telah dilanjutkan kembali meski sempat berhenti. 

“Tetapi pulau tetap masih ada, jadi kegiatan penambahan reklamasi itu sudah berhenti. Dari tiga pulau exsisting, dua sudah dimanfaatkan,” sambung Ali. 

Baca juga: Dorce Gamalama Masuk ICU, Begini Penjelasan Kerabat Dekat Soal Kondisi Terkini

Ali memastikan kawasan tersebut bukan untuk orang-orang tertentu saja tapi seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya tanah di kawasan tersebut milik Pemprov DKI Jakarta.

“Memang terkesan awalnya pantai ini kawasan eksklusif. Dulu katanya harus ada paspor. Tapi sebenarnya (isu) itu (hanya) pada saat masa pembangunan,” kata Ali. 

“Sekarang sudah oke, kawasan itu tidak ada kata-kata eksklusif dan tanah-tanah pantai itu semua adalah tanah Pemda dalam artian adalah HPL (Hak Pengelolaan),” sambungnya. 

Sehingga pengembang hanya mendapat hak pengelolaan lahan tanah Pemprov DKI Jakarta. Sementara nanti pantainya akan jadi fasos-fasum yang bisa dinikmati oleh semua warga.

Sumber: Wartakota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved