Breaking News:

Berita Kriminal

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Prostitusi Online yang Melibatkan ABG di Apartemen Kalibata City

Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus prostitusi di apartemen Kalibata City yang melibatkan anak-anak.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
warta kota/ramadhan LQ
Polres Metro Jakarta Selatan membeberkan kronologi kasus eksploitasi dan prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan membeberkan kronologi kasus eksploitasi dan prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021).

Peristiwa diketahui pada Senin (4/10/2021) yang melibatkan dua korban berusia 16 tahun kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) serta pelaku berjumlah lima orang.

Baca juga: Update Covid-19: BOR Rumah Sakit Kota Bekasi Tersisa 0,51 persen

“Ketika pertengahan September 2021, ada seorang ibu yang melaporkan hilangnya anaknya selama beberapa hari. Memang sebelumnya ada percekcokan keluarga,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah, Rabu (13/10/2021).

Lantaran anaknya tersebut tidak pulang, sang ibu mencari tahu keberadaannya ke tetangga hingga kerabat, tetapi tak kunjung diketahui.

Sang ibu akhirnya melapor ke Polres Metro Depok, Jawa Barat, kemudian berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Selatan.

Anak tersebut akhirnya terdeteksi berada di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, lalu dilakukan penyelidikan.

Baca juga: Sekarang Stasiun Karawang Sudah Melayani Penumpang KA Jarak Jauh dan KA Lokal, Ini Penjelasan PT KAI

“Anak itu menjadi korban prostitusi online atau dieksploitasi secara seksual maupun ekonomis sebagai seorang anak. Di situ kita menemukan dia bersama beberapa laki-laki ini,” kata Azis.

Azis menuturkan, laki-laki itu bertindak sebagai muncikari dan menjajakan kedua anak di bawah umur tersebut melalui aplikasi MiChat. 

Lima pelaku muncikari yang diamankan Polres Metro Jakarta Selatan berinisial DA (19), AL (19), FH (19), CD (25), dan AM (36).

AM selaku penyewa apartemen dan menampung tempat korban, CD sebagai pengantar jemput korban, dan FH, DA, serta AL sebagai penjual korban melalui online. 

Baca juga: Kejar Target Vaksin Booster 90 Persen, IDI Kota Bekasi Gandeng Dinkes Sasar Dokter Praktik Pribadi

Halaman
12
Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved