Breaking News:

Berita Bekasi

Kemenag Kota Bekasi Masih Tunggu Aturan Pemerintah Terkait Umrah

Kemenag Bekasi masih menunggu informasi mendetail dari Pemerintah Indonesia mengenai umrah yang mulai diperbolehkan oleh Arab Saudi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com
Foto Ilustrasi: ibadah haji dan umroh 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia mengumumkan jika Pemerintah Arab Saudi telah resmi membuka pintu bagi jamaah asal Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dimana izin umrah itu diberikan setelah dikeluarkannya Nota Diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (8/10/2021) lalu.

Lalu bagaimana dengan Umrah untuk warga Kota Bekasi? Kasi penyelanggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama, Kota Bekasi, Sri Siagawati mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu regulasi aturan umrah dari Pemerintah.

"Karena memang secara detail aturannya atau regulasinya yang resminya kita kan belum pegang baru yang ada di media-media, dalam artinya baru statment Kemenlu mengumumkan kemarin," kata Sri Siagawati dikonfirmasi, Rabu (13/10/2021).

Menurut Sri, meski pun Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan, namun belum diketahui secara pastikan kapan pelaksanaannya dilakukan, namun wacana yang didapat jika umrah bisa dilakukan akhir Oktober atau di bulan November 2021 mendatang.

Bahkan nantinya juga ada rencana jika jemaah yang melakukan umrah diwajibkan melakukan karantina terlebih dahulu selama lima hari di Arab Saudi.

Sri mengaku jika memang aturan Umrah kali ini lebih ketat karena mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Tetap harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh masing-masing negara. Karena kembali lagi yang namanya Umrah dan Haji yang punya negara itu Arab Saudi. Kalo selama itu belum di buka ya, tetap aja jamaah belum bisa berangkat," katanya.

Diungkapkan oleh Sri, terkait data umrah di Kota Bekasi bisanya memang dipegang secara langsung oleh agen-agen travel perjalananan umrah dan haji sehingga dirinya pun mengaku belum bisa membuka data terkait jumlah jamaah umrah di Kota Bekasi.

"Kalo jumlah kita kan kita tidak pegang karena itu masih-masih travel, bisa sih kita bukan tapi kita harus buka Sistem Siskopatuh tapi kebetulan karena baru buka untuk umroh jadi di sistem belum kelihatan," katanya.

Sri mengaku hingga saat ini pihaknya pun juga masih menunggu informasi mendetail dari Pemerintah Indonesia mengenai umrah yang mulai diperbolehkan oleh Arab Saudi.

Bahkan pihaknya pun juga belum berani memberikan keterangan mendetail terkait umrah kepada masyarakat.

Sebab, dalam aturan nanti belum dapat dijelaskan secara detail, apakah umrah nanti ada batasan-batasan yang diterapkan serta mekanisme yang harus diterapkan oleh jamaah umrah baik itu terkait vaksin, ataupun batas usia semisalnya, sehingga dirinya masih menunggu aturan resmi umrah dari Pemerintah.

"Jadi memang masih dari proses Kementerian Agama terkait aturan umroh. Jadi nanti aturan seperti apa, regulasinya, jamaah umur berapa, nanti akan diatur oleh perDirjen karena itu nanti turunan dari Menteri Agama," ucapnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved