Berita Karawang

Peredaran Narkoba 80 Persen via Jalur Laut, Pemkab Karawang Maksimalkan Pengawasan di Desa Pesisir

Pemkab Karawang mengajak Satuan Polairud Polres Karawang untuk dapat meningkatkan kembali pengawasan peredaran narkoba di jalur laut Karawang.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja sebesar 26 kilogram lebih oleh BNNK Karawang di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat bakal memaksimalkan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Khususnya di desa kawasan pesisir, hal itu karena 80 persen peredaran narkoba melalui jalur laut.

"Ya kita tahu ternyata peredaran narkoba di Karawang banyak melalui jalur laut. Maka akan dimaksimalkan lagi pengawasan di desa pesisir itu dari peredaran narkoba," kata Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja sebesar 26 kilogram lebih oleh BNNK Karawang di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (14/10/2021).

Aep melanjutkan selain pengawasan yang dilakukan oleh unsur desa dan kecamatan kawasan pesisir, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Karawang dalam hal ini Satuan Polairud Polres Karawang untuk dapat meningkatkan kembali pengawasan peredaran narkoba di jalur laut Karawang.

"Kita bicara dengan Pak Kapolres, kita punya Polairud ini kan salah satu tombak utama juga. Juga lewat Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat mungkin akan berkoordinasi dengan BNN untuk pengawasan daerah pesisir," ungkap dia.

Diharapkan dengan kerjasama seluruh instansi dan elemen masyarakat, kata Aep, peredaran narkoba via jalur laut dapat dicegah dengan baik.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja sebesar 26 kilogram lebih di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (14/10/2021).
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja sebesar 26 kilogram lebih di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (14/10/2021). (TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)

Edukasi serta sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah maupun masyarakat terus dilakukan secara maksimal.

"Rencananya nanti ada tim gabungan siaga narkoba. Kita berikan edukasi masyarakat maupun pelajar," imbuh dia.

Aep menambahkan pihaknya juga akan menghadirkan mantan pengguna narkoba yang sudah sadar dan memiliki pretasi bagus untuk dapat membagikan pengalaman dan edukasinya.

"Karena memang ironis ya narkoba itu sudah menyasar ke warga kampung di pesisir. Warga kampung setempat juga sudah jadi kaki tangan para bandar narkoba," jelas dia.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Karawang, Dhea Rhinofa, mengatakan berdasarkan data sekitar 80 persen pasokan narkoba di Karawang melalui kawasan pesisir pantai Karawang.

Hal itu didapatkan dari keterangan para tersangka pengedar narkoba di wilayah Karawang.

"Memang daerah pesisir Karawang saat ini rawan penyebaran narkotika. Sejumlah wilayah pesisir pantai Karawang seperti di kecamatan Pakisjaya, Cilamaya, Tempuran dan Ciparage sangat rentan penyalahgunaan gelap narkoba," jelas dia.

Menurut Dea, narkoba masuk ke Karawang melalui jalur laut dari wilayah Jakarta, Bekasi, Purwakarta maupun Subang.

Dia sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai peredaran narkoba di wilayah pesisir. Sehingga pihaknya dapat mengungkap kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 26 kilogram lebih ganja di wilayah Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya.

"Pengungkapan kasus ini dari informasi masyarakat, artinya masyarakat sangat peduli.  Kami meminta aparat desa atau masyarakat di wilayah pesisir diminta waspada dan melaporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan terkait penyebaran narkotika," tandasnya.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja sebesar 26 kilogram lebih di Plaza Pemkab Karawang, pada Kamis (14/10/2021).

Pemusnahan barang bukti ganja itu dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Dr Benny Gunawan, Kepala BNNK Dea Rhinofa, Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Martha Parulina Berliana, organisasi masyarakat dan tokoh agama.

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar melalui mesin 'incinerators boilers' di Plaza Pemkab Karawang. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved