Breaking News:

Empat Alasan Cerahnya Prospek Bisnis Ekonomi Syariah di Indonesia

Bank Syariah Indonesia sendiri siap menjadi pemain utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Prospek cerah bisnis ekonomi syariah dinilai masih cerah dan terbuka lebar untuk berkembang. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi, memaparkan setidaknya ada empat alasan prospek cerah bisnis ekonomi syariah di Indonesia tersebut.

Pertama, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.

Jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 229 juta jiwa atau sekitar 87,2 persen dari total populasi.

Kedua, terdapat preferensi masyarakat yang kuat terhadap perbankan syariah sehingga pertumbuhannya sangat pesat dengan potensi pasar yang sangat besar.

Dari data yang dimiliki pihaknya CAGR lima tahun terakhir kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 13,8 persen.

“Selain itu penetrasi aset keuangan syariah di Indonesia masih kecil yaitu sekitar 3 persen dari GDP. Dengan penetrasi ekonomi syariah yang rendah tersebut, memiliki peluang yang sangat besar untuk terus digali,” ujar Hery Gunadi dalam keterangannya, Senin (25/10/2021). 

Seperti potensi lebih dari 200 juta nasabah yang memanfaatkan jasa keuangan ritel, contohnya untuk keperluan perjalanan umrah, haji, hingga perawatan kesehatan, serta layanan transaksi sosial zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF).

Ketiga, potensi industri halal di Indonesia yang nilainya kurang lebih Rp4.375 triliun.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved