Breaking News:

Berita Bisnis

Cuti Nataru Dipangkas, Kinerja Maskapai Penerbangan Diprediksi Turun Jelang Akhir Tahun

Biasanya pada peak season tersebut, maskapai penerbangan meraup keuntungan cukup signifikan karena banyaknya masyarakat yang melakukan penerbangan.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Angkasa Pura II
Ilustrasi - Para kru pesawat dan awak kabin Lion Air berfoto bersama dalam rangka kampanye Safe Travel, yang digalakkan PT Angkasa Pura II, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemangkasan hari libur atau cuti bersama serta pengetatan aturan perjalanan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 bakal sedikit merugikan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata serta transportasi, termasuk maskapai penerbangan.

Biasanya pada peak season tersebut, maskapai penerbangan meraup keuntungan yang cukup signifikan sejalan dengan banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar kota.

Namun, imbas dari aturan yang bertujuan untuk menahan laju penularan Covid-19 ini diprediksi bakal membuat pasar maskapai ikut terdampak.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Prihantoro membenarkan prediksi tersebut.

Untuk mengantisipasi efek adanya aturan perjalanan dan pemangkasan cuti, Lion Group langsung melakukan berbagai evaluasi agar kinerja keuangannya tidak terdampak. Salah satu contohnya yakni mengevaluasi rute-rute penerbangan.

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Segera Perketat Aturan Perjalanan

"Ketika ada aturan atau kebijakan, upaya yang kami lakukan adalah mengadaptasi secara cepat ke bisnis. Tentunya apa yang kami lakukan (adalah) mengevaluasi bisnis, termasuk rute-rutenya," ucap Danang dalam acara Diskusi Produktif, dikutip Kamis (4/11/2021).

"Karena evaluasi untuk melihat seberapa banyak dan seberapa jauh tren permintaan pasar, atau dinamika pasar menggunakan pesawat udara," ungkapnya.

Meski aturan Pemerintah dalam menahan laju mobilitas masyarakat sedikit merugikan maskapai, namun pada dasarnya Lion Group mendukung upaya apapun demi memutus rantai penularan Covid-19.

"Ya kita harus mengikuti kebijakan apa yang sudah dan harus dijalankan, itu menjadi ketentuan bersama dalam rangka untuk pengendalian dan penanganan Covid-19," pungkas Danang.

Seperti diketahui, hari libur atau cuti bersama yang jatuh pada periode Natal 2021 dipangkas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved