Berita Bekasi
Jalan Penghubung Pangkalan 1 Bantar Gebang Longsor, Akses Warga Terganggu
Area jalan yang longsor hampir memakan setengah dari badan jalan, sehingga beberapa kendaraan yang akan melintas pun terpaksa harus bergantian.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, BANTARGEBANG — Akibat dari hujan deras yang menguyur wilayah Kota Bekasi beberapa waktu lalu membuat jalan penghubung antara jalan Pangkalan 1 ke Villa Nusa Indah longsor. Imbasnya, kendaraan yang melintas harus bergantian.
Pantauan TribunBekasi.com, area jalan yang longsor hampir memakan setengah dari badan jalan, sehingga beberapa kendaraan yang akan melintas pun terpaksa harus bergantian.
Selain itu, di area jalan yang longsor pun saat ini juga sudah ditutup dengan seng dan di topoang dengan bambu.
Hanya saja, hingga saat itu belum ada petugas dari Pemerintah Kota Bekasi yang melakukan penanganan jalan yang longsor tersebut.
Salah satu warga setempat, Harto (24) mengatakan jika longsor terjadi sejak kemarin, namun Harto menyebut jika kondisi jalan memang sudah dalam kondisi miring, sehingga ditambah hujan deras, tanah labil dan terjadi longsor.
"Jadi emang sebelumnya sudah miring jalannya. Kondisi miringnya itu karena emang sudah amblas, ditambah hujan gede, jadi tambah longsor," kata Harto ditemui, Senin (8/11/2021).
Sementara, itu pembatas seng yang terpasang pun, diungkapkan Harto sudah dipasang oleh petugas setelah terjadinya longsor pada Minggu (7/11/2021) kemarin. Namun memang hingga saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan.
"Pembatas ini baru di pasang kemarin, jadi langsung dibenarin. Tadinya mah dua jalur masih bisa di pakai(dilintasi), baru sekarang satu jalur, udah ga bisa dua jalur lagi," ujarnya.
Akibat, jalan longsor tersebut, Harto mengaku memang cukup berdampak bagi pengendara maupun warga sekitar yang melintasi.
Banyak warga yang mengaku cukup was-was, khawatir longsor akan diperparah apalagi saat ini masih dalam situasi musim penghujan.
"Kalo menganggu ya pasti ganggu yang memakai jalan ini. Pasti khawatir lah ya namanya musibah kn ga ada yang tahu, klo tiba-tiba longsor lagi. Ditambah ini emang jalur alternatif utama jadi ramai, kalo pagi pun biasa macet," ujarnya.
Terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan belum mengetahui secara detail informasi tersebut. Namun yang pasti pihaknya akan melakukan mengecekan melalui BMSDA Kota Bekasi untuk mematikan jika kondisinya tidak membahayakan pengguna jalan.
"Baru dengar saya, musti di cek sama BMSDA jangan sampai membahayakan orang lain nanti terutama pengguna jalan. Kalau gak layak ya ditutup saja kasi jembatan darurat tidak mengganggu transportasi," kata Rahmat Effendi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/jalan-8nov.jpg)