Breaking News:

Info Kesehatan

Ayo Kenali Mikrotia pada Anak, Lalu Bagaimana Solusinya? Berikut Penjelasan dr. Raya Ayu Anatriera

Ia memaparkan, mikrotia biasanya disertai dengan gangguan pendengaran dan sekitar 1 dari 2000-10.000 anak lahir dengan mikrotia.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Dedy
Istimewa
Ketidaksempurnaan fungsi pendengaran dapat disebabkan oleh kelainan organ indera tersebut. Nah, salah satunya adalah kelainan telinga, yakni Microtia atau telinga kecil yang terjadi ketika telinga luar kecil dan tidak terbentuk dengan baik. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Pendengaran merupakan salah satu bagian dari panca indera yang sangat penting untuk kehidupan manusia.

Ketidaksempurnaan fungsi pendengaran dapat disebabkan oleh kelainan organ indera tersebut.

Nah, salah satunya adalah kelainan telinga, yakni Microtia atau telinga kecil yang terjadi ketika telinga luar kecil dan tidak terbentuk dengan baik.

Lalu hal apa yang harus dilakukan jika ada keluarga, kerabat, atau kenalan yang mengalami mikrotia? 

Menurut dr. Raya Ayu Anatriera, MPH, Sp.THT-KL, dokter spesialis THT-KL di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), mikrotia adalah kelainan bawaan anak lahir dengan telinga berukuran kecil dan tidak sempurna. 

Baca juga: Strategi Tanggulangi TBC, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Bentuk DPPM, Apa Itu? Ini Penjelasannya

Baca juga: Pernah Dengar Tanaman Keladi Tikus dan Daun Sirsak? Ini Khasiatnya Bagi Kesehatan

"Penyebabnya belum diketahui, multifaktorial dan masih diteliti. Beberapa penelitian mengatakan kejadian mikrotia ini berhubungan dengan paparan teratogen seperti thalidomide, isotretinoin, serta beberapa sindrom," kata dokter Raya dalam webinar bertajuk “Ayo Kenali Mikrotia (Telinga Kecil)!”, pekan lalu.

Ia memaparkan, mikrotia biasanya disertai dengan gangguan pendengaran dan sekitar 1 dari 2000-10.000 anak lahir dengan mikrotia.

"Sebanyak 90 persen terjadi pada satu telinga, 10 persen terjadi pada kedua telinga. Kejadian mikrotia ini terjadi kebanyakan pada anak laki-laki dibanding perempuan," ungkap dokter Raya.

 

Halaman
1234
Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved