Berita Karawang

Buntut Kasus Istri Marahi Suami Pemabuk Dituntut 1 Tahun, Jaksa Agung Copot Aspidum Kejati Jabar

Leo menjelaskan Dwi Hartanto nantinya akan bertugas dalam anggota Satgassus penyusunan kebijakan strategis.

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Warta Kota/Rangga Baskoro
Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka saat bertemu Valencya, Kamis (18/11/2021) 

TRIBUNBEKASI.COM --- Tuntutan satu tahun penjara untuk Valencya (40), istri yang memarahi Chan Yu Ching, suami pemabuk di Karawang, Jawa Barat, yang dilayangkan jaksa penuntut umum berbuntut panjang.

Lantaran memunculkan kontroversi, Jaksa Agung ST Burhanuddin akhirnya mencopot Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Aspidum Kejati Jabar), Dwi Hartanta dalam rangka pemeriksaan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

Dwi kemudian dimutasi berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-781/C/11/2021 tertanggal 16 November 2021.

"Dimutasikan sebagai Jaksa Fungsional pada Jaksa Agung Muda bidang Pembinaan Kejaksaan Agung di Jakarta," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Di Kursi Pesakitan PN Karawang, Valencya Bacakan Pledoi Habis Gelap, Terbitlah Malapetaka

Baca juga: Perkara KDRT di Karawang, Chan Bantah Valencya Marah karena Dirinya Mabuk Tapi Masalah Keuangan

Leo menjelaskan Dwi Hartanto nantinya akan bertugas dalam anggota Satgassus penyusunan kebijakan strategis.

Nantinya, dia digantikan Riyono yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Aspidum di Kejati Jawa Barat.

"Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor: PRIN-1203/M.2/Cp.3/11/2021," jelas Leonard.

Leo mengatakan mutasi tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan fungsional bidang pengawasan Kejagung terhadap para jaksa yang bertugas dalam penuntutan Valencya.

"Berdasarkan Pasal 29 ayat (3) Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Manajemen Karier Pegawai Kejaksaan Republik Indonesia, disebut bahwa pola karier pegawai dapat dibentuk horizontal, vertikal dan diagonal," tukas dia.

Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Minta Penegak Hukum Lakukan Pembuktian Terbalik Kasus Valencya

Baca juga: Komnas Perempuan Berikan Rekomendasi atas Kasus Valencya yang Didakwa 1 Tahun Penjara di PN Karawang

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita bernama Valencya (40) di Karawang, Jawa Barat terancam dipenjara.

Ibu dua anak itu dituntut penjara setelah memarahi sang suami yang pulang dalam kondisi mabuk.

Valencya dituntut satu tahun penjara karena dianggap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis. Pihaknya pun menganggap tuntutan tersebut terlalu memaksakan.

Valencya, terdakwa kasus KDRT psikis usai menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, pada Kamis (11/11/2021) sore.
Valencya, terdakwa kasus KDRT psikis usai menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, pada Kamis (11/11/2021) sore. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Valencya dituntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada persidangan KDRT. Valencya dituntut karena atas aduan suaminya yang menganggapnya telah melakukan KDRT psikis akibat sering memarahinya.

"Suami mabuk-mabukan istri marah malah dipidanakan. Ini perhatikan para istri, ibu-ibu se-Indonesia hati-hati tidak boleh marahi suami kalau suaminya pulang mabuk-mabukan. Harus duduk manis nyambut dengan baik, marah sedikit bisa dipenjara," kata Valencya usai persidangan di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (11/11/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved