Berita Daerah

VIRAL Seruan Jihad Melawan Densus 88, Polres Tangsel Tingkatkan Keamanan di Tiap Markas Kepolisian

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan peningkatan keamanan pada setiap markas kepolisian

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Tribunnews.com
ILUSTRASI PENANGKAPAN TERORIS - Tim Densus 88 Polri menangkap tiga terduga teroris di Bekasi, Jumat (10/9/2021) pagi. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merespon  sebuah tangkapan layar percakapan grup Whatsapp yang sempat viral pada sejumlah media sosial. 

Percakapan tersebut berupa seruan jihad melawan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri dan mengajak umat untuk membakar polres-polres. 

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan peningkatan keamanan pada setiap markas kepolisian di wilayah hukumnya. 

"Kami terus melakukan keamanan pada Mako-Mako Polres dan Polsek, petugas penjaga di Mako polres dan Polsek meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan ancaman dan gangguan yang ada di Polres Tangerang Selatan," kata Iman saat ditemui di Mapolres Tangsel, Serpong, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi ke Istana, Kuasa Hukum: Adakah Teroris Seperti Itu?

Baca juga: Erick Thohir Gandeng BNPT dan Muhammadiyah untuk Redam Paham Radikalisme dan Terorisme di BUMN

Selain peningkatan keamanan pada setiap markas komando, pihak kepolisian turut pula melakukan langkah pendeteksian dini kepada para personelnya. 

Kata ia, langkah tersebut diperlukan guna melakukan pendeteksian dini terhadap ancaman yang dapat mengganggu kerja kepolisian. 

 

BERITA VIDEO : PELANTIKAN PANGLIMA DI ISTANA NEGARA

 

"Di samping itu juga kegiatan-kegiatan preventif lain dan deteksi dini yang dilakukan fungsi-fungsi intelijen dan Samapta Bhayangkara terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi berbagai ancaman yang akan datang," katanya. 

Tak cukup sampai di situ, kata Iman pihaknya juga melakukan peningkatan terhadap personel kepolisian yang bertugas langsung di lingkungan masyarakat. 

Menurut ia pihaknya bakal menegaskan sejumlah personel kepolisian tak berseragam dalam mengawasi anggotanya yang sedang bertugas di lingkungan masyarakat. 

"Kita siapkan body system, setiap polisi berseragam akan ditemani atau diawasi polisi-polisi tidak berseragam untuk saling memberikan pengamanan di dalam melaksanakan tugasnya," pungkasnya.

(Sumber : TribunTangerang.com/Rizki Amana/m23) 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved