Breaking News:

Berita Nasional

Pembangkit EBT Diproyeksikan Mendominasi Pasokan Energi Listrik di Tanah Air

Kementerian ESDM terus mendorong pemanfaatan EBT mencapai 23 persen di 2025 nanti hingga tahun 2060 EBT 100 persen dengan dominasi PLTS dan angin.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu memberikan paparan dalam acara webinar bertajuk "Energi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandem", di Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah memproyeksikan adanya penambahan pasokan listrik sebesar 40,6 gigawatt dalam rentang waktu 10 tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Tanah Air. Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) akan mendominasi pemenuhan pasokan energi listrik itu.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2031, penambahan pasokan listrik itu diantaranya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 10,4 gigawatt; dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar 59 gigawatt; dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 3,3 gigawatt; Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 4,7 gigawatt dan sumber lainnya.

Demikian diungkapkan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu dalam webinar bertajuk "Energi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi" yang digelar Indoposco di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Jisman P Hutajulu menambahkan, pada 2060 nanti Indonesia menuju zero emisi. Peta jalan transisi energi menuju karbon netral itu telah dibentuk, diantaranya adalah pembuatan UU EBT di 2022, pada 2025 EBT 23 persen, pada 2027 penurunan impor LPG secara bertahap, 2030 EBT 26,5 persen hingga 2060 EBT 100 persen dengan dominasi PLTS dan angin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved