Berita Komunitas

Ultah Pertama, Rennen en Fietsen (RF) Gelar Gowes ke Gunung Bromo

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (11 - 14 November 2021) itu, diikuti sebanyak 32 peserta.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Ichwan Chasani
Dok. Rennen en Fietsen
Komunitas gowes Rennen en Fietsen (RF) baru saja menggelar kegiatan melancong ke Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur. Kegiatan itu berlangsung selama empat hari (11 - 14 November 2021). 

TRIBUNBEKASI.COM — Komunitas gowes Rennen en Fietsen (RF) baru saja menggelar kegiatan melancong ke Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur, dalam rangka memeriahkan momentum hari ulang tahun yang pertama.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (11 - 14 November 2021) itu, diikuti 32 peserta. Mereka bertolak dari Jakarta ke Malang dengan menggunakan bus.

"Selama perjalanan kami tetap mematuhi prokes pemerintah. Kami juga libatkan tim dokter dari anggota juga. Semua peserta sudah divaksin lengkap dan waktu berangkat dan pulang kami melakukan swab," kata Ketua RF, Sahat Sibarani alias Babang.

Menurut Babang, untuk merealisasikan kegiatan ini, mereka butuh waktu persiapan selama empat bulan.

Dipilihnya kawasan Gunung Bromo sebagai lokasi acara ini karena sembari gowes bareng mereka ingin menikmati indahnya alam Indonesia.

Baca juga: Komunitas Pecinta Otomotif (Kopi) Gelar Touring Santai dan Tebar Kebaikan bagi Santri

Kegiatan itu sekaligus ingin mengenal budaya masyarakat di kawasan gunung Bromo yang mayoritas beragama Hindu. 

Saat hendak menuju ke lokasi gunung Bromo, rombongan RF dengan peralatan gowes-nya menumpang mobil Jep.

"Kami sangat menikmati udara dan indahnya Penanjakan 2 (Seruni Point), Pasir Berbisik, dan bukit Teletubbies. Kami gowes dari atas hingga ke finish kurang lebih 20 kilometer," katanya.

"Jadi sambil gowes kami dapat sehat dan biar nggak stres, juga dapat ilmu juga seputar budaya masyarakat di sana," kata Babang lagi.

Baca juga: Berlangsung Meriah,  430 Member Komunitas Wuling Almaz Indonesia (WALI) Rayakan HUT ke-2

Kegiatan gowes bareng awak RF ke luar kota bukan kali pertama. Sebelumnya, komunitas ini pernah  ke kawasan Bendungan Jatiluhur (Purwakarta), kawasan Puncak (Bogor), Pangalengan (Bandung), dan kawasan wisata di Yogyakarta.

Komunitas RF berdiri pada 10 November 2020. Pendirinya, yakni Sahat Sibarani, Boy, Asep Demang, Irwan, Nofyan, Ghe, dan Barie.

Rennen en Fietsen yang disingkat RF diambil dari  bahasa Belanda yang artinya berlari dan bersepeda.

Baca juga: Touring Bela Negara Series, Panitia Nasional CNN dan Puluhan Komunitas Mobil Konvoi Hingga Nobar DNC

"Di komunitas kami juga anggotanya ada pelari marathon juga. Dan di setiap acara selalu pelari ikut serta, maka namanya Rennen en Fietsen dari bahasa Belanda artinya  berlari dan bersepeda," ujar Babang.

Dia menambahkan, ada beberapa anggota RF sering mengikuti kejuaraan nasional di Indonesia, seperti Bintang Hutagalung, Habel, dan Jefri Hutabarat.

Saat ini komunitas RF telah memiliki lebih dari 100 anggota dan berdomisili di Jabodetabek. Mereka yang bergabung dari beragam kalangan dan profesi. "Kami berpedoman menua itu pasti, tapi menua sehat bersama itu pilihan," kata Babang.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved