Breaking News:

Berita Sepakbola

Persija Tempo Dulu, Lahir dari Solidaritas Warga Jakarta Lawan Diskriminasi Penjajah

Awal didirikan, pada 28 November 1928, Persija diberi nama Voetballbond Indonesia Jacatra (VIJ).

TribunJabar/DeniDenaswara
Ilustrasi - Pemain dan tim ofisial Persija Jakarta melakukan selebrasi sambil mengangkat trofi usai menjuarai Piala Menpora setelah mengalahkan Persib Bandung dalam laga leg kedua babak final Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021) malam. 

TRIBUNBEKASI.COM — Klub sepakbola Ibukota, Persija Jakarta merayakan hari jadi ke-93 tahun di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (28/11/2021). 

Perayaan itu dihadiri jajaran direksi dan manajemen Persija, perwakilan klub internal, tokoh-tokoh sepak bola Jakarta, para sponsor, The Jakmania, hingga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Direktur Utama Persija, Ambono Januarianto dalam sambutannya mengatakan bahwa ulang tahun Persija yang ke-93 ini harus dirayakan dengan rasa bangga dan bahagia.

Baca juga: Ucapkan Selamat HUT Ke-93 Persija Jakarta, Anies Baswedan Inginkan Macan Kemayoran Terus Berbenah

Baca juga: Sederet Artis Ucapkan HUT Ke-93 Persija, Rian DMasiv Kenang Awal Cintai Macan Kemayoran

“Hari ini adalah hari yang amat khusus. Persija menyatukan kita, Persija adalah hati kita, Persija adalah sesuatu yang kita banggakan. Hari ini kita rayakan ulang tahun ke-93 dengan kebanggaan, kebahagiaan, dan tentunya kepercayaan akan sebuah tim yang akan berkibar dalam kancah pesepakbolaan Indonesia," ujar Ambono.

"Visi dan misi ke depan tentu kami inginkan Persija menjadi representasi yang baik untuk sepak bola Indonesia," sambung dia. 

Presiden Persija, Mohammad Prapanca sempat menceritakan sejarah singkat berdirinya klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Pada 28 November 1928, klub sepakbola Persija lahir sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap diskriminasi penjajah. Awal didirikan Persija diberi nama Voetballbond Indonesia Jacatra (VIJ).

"93 tahun lalu Persija lahir sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap diskriminasi penjajah," tutur Prapanca.

Baca juga: Jakmania Sebut Pemain Persija Jakarta Tampil Minder di Babak Pertama Vs Bali United

Baca juga: Banyak Posisi Kosong, The Jakmania Harap Persija Gerak Cepat Buru Pemain Baru

Dalam perjalanannya Persija menjelma menjadi gairah yang membaluri setiap tarikan nafas masyarakat Jakarta, dalam memperjuangkan hidup dan mimpi-mimpinya. 

"Hari ini Persija bukan hanya sebuah klub sepakbola. Persija adalah identitas, karakter, dan jati diri masyarakat ibu kota. Representasi dari mereka yang tidak pernah mengenal kata menyerah," ujar Prapanca.

Sepanjang Persija berdiri, sembilan gelar Perserikatan berhasil diraih, yakni pada tahun 1931, 1933, 1934, 1938, 1953-1954, 1964, 1971-1973, 1973-1975, 1978-1979. Persija juga pernah meraih gelar juara Liga Indonesia, yakni pada tahun 2001 dan 2018.

Rentetan prestasi yang telah didapat para pendahulu tak pernah membuat generasi pemegang tongkat estafet saat ini jemawa. Justru, Persija saat ini sangat berambisi untuk meneruskan kejayaan klub.

"Sebelas gelar telah kami raih bersama-sama, namun Persija tidak akan berhenti sampai di sini. Perjalanan kami masih panjang, gairah kami masih membara, dan mimpi kami masih sangat tinggi," ucap Prapanca.

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved