Breaking News:

Berita Nasional

Berkat Penerapan Industri Hijau, Sektor Manufaktur Hemat Energi hingga Rp3,2 Triliun

Penerapan industri hijau sejauh ini telah menghemat penggunaan air hinggasebesar Rp169 miliar.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Ismoyo
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama dalam acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dan Penyerahan Sertifikat Industi Hijau. 

TRIBUNBEKASI.COM — Upaya penerapan industri hijau sejauh ini telah menghemat energi sebesar Rpp3,2 triliun dan penghematan air sebesar Rp169 miliar.

Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Oleh karenanya, kata Menperin Agus Gumiwang, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

"Melalui upaya penerapan industri hijau juga kami mencatat telah menghemat energi sebesar Rpp3,2 triliun, dan penghematan air sebesar Rp169 miliar,” ujar Menperin Agus Gumiwang.

“Pencapaian ini memperkuat komitmen industri untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang,” sambungnya.

Baca juga: Menperin Beberkan Tantangan Indonesia dalam Wujudkan Industri Hijau

Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau merupakan apresiasi Kemenperin bagi perusahaan industri yang telah mewujudkan industri hijau serta berkomitmen menerapkan prinsip tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.

Di tahun ini, Penghargaan Industri Hijau diberikan kepada terdapat 137 perusahaan, dan Sertifikat Industri Hijau kepada tujuh perusahaan industri yang telah mendukung konsep green economy, green technology dan green product.

Di mana, perusahaan-perusahaan tersebut telah menerapkan upaya-upaya efisiensi  dalam efektivitas dalam proses produksinya.

“Saatnya kita semua bersama-sama menjadi bagian dari transformasi menuju pembangunan industri berkelanjutan dengan mendukung penciptaan industri yang ramah lingkungan. Melalui upaya tersebut diharapkan daya saing industri nasional di kancah global terus meningkat,” ujar Menperin.

Baca juga: Perluas Akses Pasar, Kemenperin Latih 13 Ribu Industri Kecil Menengah Lewat program e-Smart IKM

Ia kembali menjelaskan, industri hijau merupakan perusahaan manufaktur yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved