Breaking News:

Berita Nasional

Sidang Kasus Terorisme Munarman Dilakukan Virtual, Kuasa Hukum Merasa Keberatan

Tim penasihat hukum eks Sekretaris Umum FPI, Munarman, berkeinginan agar kliennya dapat dihadirkan di ruang sidang.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com
Sidang perdana terkait dugaan kasus terorisme eks Sekretaris Umum FPI Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021) mendapat pengamanan ekstra ketat.  

TRIBUNBEKASI.COM — Sidang perdana kasus dugaan terorisme dengan tersangka eks Sekretaris Umum FPI Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021), digelar secara virtual

Penyelenggaraan sidang secara virtual itu mendapat penolakan dari tim penasihat hukum Munarman. Anggota tim penasihat hukum Munarman, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya bakal mengajukan eksepsi sebagai keberatan terkait persidangan kasus dugaan tindak pidana terorisme itu yang dilakukan secara virtual.

"Harapan kita itu sidang offline, maka setelah pembacaan dakwaan bakal ada eksepsi dari beliau," ungkap Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). 

Aziz menambahkan tim penasihat hukum berkeinginan agar kliennya dapat dihadirkan di ruang sidang. Hanya saja tidak dijelaskan alasan keinginan agar Munarman dihadirkan di ruang sidang.

Baca juga: Ratusan Polisi Jaga Ketat Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Eks Sekretaris Umum FPI Munarman

Meski begitu, Aziz memastikan bahwa Munarman diwakili tim penasihat hukum yang cukup banyak dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme tersebut. Tim penasehat hukum itu terdiri dari 20 anggota."Banyak sih (anggota tim penasihat hukum), dari Palembang dan Jakarta. Jumlahnya sekitar 20-an," ungkap Aziz.

Pantauan TribunBekasi.com di lokasi, untuk sidang perdana kasus terorisme Munarman dengan agenda pembacaan dakwaan mulai sekira pukul 09.30 WIB di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Adapun awak media yang datang untuk meliput tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan sidang dan hanya diperkenankan berada di area lobi Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Selain itu dalam sidang kasus terorisme ini, tidak diperbolehkan untuk menampilkan identitas dari para majelis hakim dalam berbagai bentuk mulai dari foto hingga video.

 

Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved