Breaking News:

Berita Karawang

UMK Karawang 2022 Ditetapkan Rp 4.798.312, Buruh Kecewa Bakal Gugat ke PTUN

Nilai itu UMK 2022 yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat itu menggeser peringkat UMK Karawang ke posisi kedua UMK terbesar, disalip UMK Kota Bekasi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Ilustrasi - Massa aksi buruh saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karawang, pada Rabu (23/11/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan besaran nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 di Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (30/11/2021) malam. 

Penetapan UMK tersebut melalui Keputusan Gubernur Jabar Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jabar Tahun 2022

Untuk UMK 2022 di wilayah Kabupaten Karawang tetap tidak ada kenaikan, yakni ditetapkan sebesar Rp4.798.312,00. Nilai itu menggeser peringkat UMK Karawang ke posisi kedua UMK terbesar disalip Kota Bekasi.

Padahal selama tiga tahun berturut-turut atau 2019-2021, UMK di Kabupaten Bekasi nilainya tertinggi di Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Karawang Ferry Nuzarli mengatakan buruh merasa kecewa. Padahal rekomendasi bupati karawang sebesar 7,68 persen. Namun, ditolak Gubernur Jawa Barat.

"Sangat kecewa lah, rekomendasi padahal 7,68 persen UMK Karawang," kata Ferry melalui sambungan telepon, Rabu (1/12/2021).

Ferry menegaskan, akan melakukan aksi besar-besaran dan melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat soal UMK tahun 2022.

Sebab, penentuan UMK oleh gubernur berdasarkan PP 36 Tahun 2021. Padahal Mahkamah Konstutitusi sendiri mengeluarkan keputusan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Inskontitusional Bersyarat. Sedangkan PP 36 tahun 2021 merupakan turunan dari UU Cipta Kerja.

"SK tersebut melanggar. Inskonstutional keputusan MK itu. Karena MK memutuskan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dilakukan perbaikan dalam waktu 2 tahun sejak putusan diucapkan," beber dia.

Dia menambahkan seluruh sepakat akan melaksanakan aksi pada 6-8 Desember 2021. Aksi itu dilakukan di kota/kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

"Ini bentuk kekecewaan kami, aksi akan dilakukan di tiap daerah masing-masing seluruh Indonesia," paparnya.

Berikut besaran UMK 2022 yang telah ditetapkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

1. Kota Bekasi Rp4.816.921,17 
2. Kabupaten Karawang Rp4.798.312,00
3. Kabupaten Bekasi Rp4.791.843,90 
4. Kota Depok Rp4.377.231,93 
5. Kota Bogor Rp4.330.249,57 
6. Kabupaten Bogor Rp4.217.206,00 
7. Kabupaten Purwakarta Rp4.173.568,61 
8. Kota Bandung Rp3.774.860,78 
9. Kota Cimahi Rp3.272.668,50 
10. Kabupaten Bandung Barat Rp3.248.283,28 
11. Kabupaten Sumedang Rp3.241.929,6 
12. Kabupaten Bandung Rp3.241.929,67 
13. Kabupaten Sukabumi Rp3.125.444,72 
14. Kabupaten Subang Rp3.064.218,00 
15. Kabupaten Cianjur Rp2.699.814,40 
16. Kota Sukabumi Rp2.562.434,01 
17. Kabupaten Indramayu Rp2.391.567,15 
18. Kota Tasikmalaya Rp2.363.389,67 
19. Kabupaten Tasikmalaya Rp2.326.772,46 
20. Kota Cirebon Rp2.304.943,51 
21. Kabupaten Cirebon Rp2.279.982,77 
22. Kabupaten Majalengka Rp2.027.619,04 
23. Kabupaten Garut Rp1.975.220,92
24. Kabupaten Kuningan Rp1.908.102,17 
25. Kabupaten Ciamis Rp1.897.867,14 
26. Kabupaten Pangandaran Rp1.884.364,08 
27. Kota Banjar Rp1.852.099,5

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved