Berita Jakarta
Kebakaran Maut di Gedung Cyber Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tak ada api besar yang menyala dalam kebakaran tersebut, melainkan hanya asap tebal yang menyelimuti seluruh lantai dua gedung.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM — Kebakaran maut yang terjadi di Gedung Cyber, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan diduga ditimbulkan korsleting listrik.
Kasudin Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Herbert PL Gaol mengatakan kebakaran terjadi di lantai dua gedung pada Kamis (2/12/2021) pukul 12.34 WIB. Lima menit usai mendapat kabar, sejumlah Damkar sudah berada di lokasi kebakaran.
Herbert mengatakan, kebakaran terjadi di ruang server gedung tersebut. Tak ada api dalam kebakaran tersebut, melainkan hanya asap tebal yang menyelimuti seluruh lantai dua gedung.
Petugas pun melalukan evakuasi korban dalam gedung dengan cara memecah beberapa kaca gedung untuk masuk ke lantai dua dan agar asap keluar. Sekira pukul 15.15 WIB kebakaran seluruhnya dapat tertangani.
Baca juga: Kebakaran di Gedung Cyber, Seorang Teknisi Tewas Hirup Asap Tebal Dua Korban Lain Ditemukan Pingsan
"Tidak ada perambatan, hanya asap saja di lantai yang berisi server," ujar Herbert di lokasi kejadian.
Herbert menduga kebakaran terjadi karena arus pendek arus listrik.
Tiga orang berhasil dievakuasi dari lantai dua gedung. Ketiganya ditemukan di lokasi berbeda. Satu dari dua korban dinyatakan tewas karena menghirup asap terlalu banyak.
Pukul 16.00 WIB, evakuasi selesai seutuhnya. Jalan Kuningan Barat Raya yang sempat ditutup selama evakuasi berlangsung kembali dibuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Kasudin-2des.jpg)