Breaking News:

Berita Nasional

Waspada Varian Baru, Hindari Kerumunan Agar Risiko Penularan Covid- 19 Tak Makin Besar

Terkait varian baru Covid-19, B.1.1.529 atau Omicron, WHO bahkan menyebutkan semua negara, termasuk Indonesia, perlu melakukan mitigasi berlapis. 

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Ichwan Chasani
Dok. Pribadi (Instagram)
Prof. Tjandra Yoga Aditama. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah telah melakukan sejumlah pelonggaran terhadap beragam aktivitas masyarakat seiring kasus positif virus corona (Covid-19) di Tanah Air yang terus melandai.

Namun, mengingat masih dalam situasi pandemi, terlebih adanya varian baru Covid -19 Omicron yang sangat menular sudah terdeteksi di sejumlah negara.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan, jika ada kerumunan, maka risiko penularan Covid-19 juga semakin besar. 

"Yang jelas kalau ada kerumunan orang, maka risiko penularan makin besar, jadi memang anjurannya adalah menghindari kerumunan," kata Prof Tjandra dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Ilmuwan Ini Sebut Varian Baru Virus Corona Bernama Omicron Sangat Menakutkan, Berikut Penjelasannya

Baca juga: WASPADAI Varian baru Omicron, Ini Seruan dan Imbauan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi

Prof. Tjandra menambahkan, jika terpaksa harus ada dalam kerumunan, maka ada tiga hal yang baik dilakukan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Apa saja? 

"Satu. kalau bisa kerumunannya di luar ruangan. Dua, waktu dalam kerumunan harus sesingkat mungkin dan tiga, kalau terpaksa kerumunan di dalam ruangan, maka jendela dan lain-lain, harus terbuka lebar untuk menjamin ventilasi udara," katanya.

Terkait varian baru Covid-19, B.1.1.529 atau Omicron, Tjandra mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan semua negara, termasuk Indonesia, perlu melakukan mitigasi berlapis. 

"Mereka menyebutnya sebagai “multi-layered risk mitigation approach”. Artinya tindakan pencegahan dan mitigasi memang harus dilakukan amat ketat dan berlapis-lapis," jelas Prof. Tjandra.

Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved