Arief Poyuono Pakai Ramalan Jongko Joyoboyo Ungkap Pengganti Presiden Jokowi di Pilpres 2024, Siapa?

Arief Poyuono mengungkap siapa sosok pengganti Presiden Jokowi, dengan menggunakan ramalan Jongko Jayabaya (Jongko Joyoboyo).

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
Kompas.com/Ihsanuddin
Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono (Kiri kedua) mengungkap mengenai siapa sosok pengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dengan menggunakan ramalan dari Jongko Jayabaya (Jongko Joyoboyo). Hal itu diungkapnya di Warung Upnormal saat menyelenggarakan diskusi bertajuk 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?'. Foto: Arief Poyuono 

TRIBUNBEKASI.COM - Walau masih lama, ajang pemilihan presiden (Pilpres 2024) sudah terasa di akhir tahun 2021 ini.

Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono pun mengungkap, siapa sosok pengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini, Arief Poyuono mengungkap sosok pengganti Presiden Jokowi, dengan menggunakan ramalan dari Jongko Jayabaya (Jongko Joyoboyo).

Ramalan Jongko Joyoboyo dijadikan Arief Poyuono sebagai patokan dalam membaca siapa sosok pengganti Jokowi.

Baca juga: Prediksi Pasangan Pilpres 2024, Prabowo-Puan Vs Anies-AHY, Ini Kata Direktur Eksekutif Indostrategic

Baca juga: Generasi Muda Ormas MKGR Siap Menangkan Airlangga di Pilpres 2024

Baca juga: Serukan Nama Prabowo Subianto Maju ke Pilpres 2024, Ahmad Muzani Sebut Capres Favorit Kaum Millenial

Arief Poyuono mengaku, masih menyakini Jongko Jayabaya sebuah ramalan dari Raja Kediri, Prabu Jayabaya (1135-1157 M).

Dimana dalam Jangka Jayabaya itu beri petunjuk pemimpin memiliki nama dengan akhiran yang jika diakronimkan menjadi "NOTONEGORO".

"Kalau masih bingung, ya namanya Notonegoro bisa jadi presiden di akhirannya (namanya)" katanya Arif Poyuono di Warung Upnormal, Jalan Raden Saleh Raya No 47, Jakarta Pusat, Minggu sore (5/12/2021).

Ia yang saat itu menyelenggarakan diskusi bertajuk 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?' menyebut, dalam ramalan itu disebutkan pemimpin Indonesia ialah mereka mempunyai nama dengan akhiran Notonegoro.

Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono (Kiri kedua) mengungkap mengenai siapa sosok pengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dengan menggunakan ramalan dari Jongko Jayabaya (Jongko Joyoboyo). Hal itu diungkapnya di Warung Upnormal saat menyelenggarakan diskusi bertajuk 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?'.
Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono (Kiri kedua) mengungkap mengenai siapa sosok pengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dengan menggunakan ramalan dari Jongko Jayabaya (Jongko Joyoboyo). Hal itu diungkapnya di Warung Upnormal saat menyelenggarakan diskusi bertajuk 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?'. (Istimewa)

Dalam serat Jongko Jayabaya yang ditulis Prabu Jayabaya, terdapat perhitungan atau ramalan mengenai pemimpin di Indonesia yang terkandung dalam kata ‘Notonegoro’.

‘Noto’ memiliki arti menata dan ‘Negoro’ memiliki arti Negara.

Ramalan Jangka Jayabaya ini hidup dalam kosmologi politik Jawa seiring dengan kepercayaan Mesianistik atau Ratu Adil yang disebut masyarakat Jawa sebagai Satria Piningit.

Arief sebut akhiran NO merujuk pada Soekarno, TO pada Soeharto, kemudian NO yang kedua melekat pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Foto: Arief Poyuono mendatangi kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Foto: Arief Poyuono mendatangi kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/8/2019). (Kompas.com/Ihsanuddin)

Sementara BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Megawati Sukarnoputri tidak masuk dalam hitungan karena mereka tidak sampai lima tahun memimpin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved