Bencana Alam
UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Sebanyak 2.970 Unit Rumah dan 3.026 Ekor Hewan Ternak Terdampak
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari sebut 2.970 Unit Rumah dan 3.026 ekor hewan ternak terdampak.
Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
TRIBUNBEKASI.COM - Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengaku ada 6.022 jiwa terdampak erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ribuan jiwa terdampak erupsi Gunung Semeru tersebut, mengungsi yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.
Angka tersebut dirilis dari Data Pos Komando (posko) Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Rabu (8/12/2021).
"Posko terus memutakhirkan data warga terdampak maupun warga mengungsi di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar." katanya Kamis (9/12/2021).
Baca juga: UPDATE Erupsi Gunung Semeru, 6.022 Jiwa Terdampak Mengungsi, Tersebar di 115 Titik Pos Pengungsian
Baca juga: UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Jumlah Korban Hilang Capai 22 Orang, Pencarian Ditargetkan Satu Minggu
Baca juga: UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Operasi Pencarian Korban Hilang Ditargetkan Hanya Satu Minggu
Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang.
Sedangkan di Kecamatan Pasirian 983 orang, Pronojiwo 525, Tempeh 554, Sumbersuko 302, Lumajang 271, Pasrujamber 212, dan Sukodono 204.
Lalu di Kunir 127, Tekung 67, Senduro 66, Padang 62, Jatiroto 59, Kedungjajang 50, Klakah 45, Yosowilangun 40, Rowokangkung 37, Ranuyoso 26, Randuagung 24, Tempusari 23 dan Gucialit 14.
Dalam rapat koordinasi posko yang digelar hari ini, sejumlah pelayanan dasar jadi perhatian petugas di lapangan untuk dioptimalkan.
"Misalnya operasional dapur umum untuk menambah kapasitas masakan, kebutuhan toilet portabel dan ruang yang lebih nyaman untuk warga penyintas" ucapnya.
Terkait hal alokasi tempat pengungsian, posko masih mengidentifikasi fasilitas pendidikan yang aman dan dapat dimanfaatkan untuk pemindahan para penyintas.
Selain pengungsian, erupsi juga berdampak pada aset warga seperti rumah warga dan hewan ternak.
Data sementara mencatat rumah terdampak 2.970 unit dan hewan ternak 3.026 ekor, dengan rincian sapi 764 ekor, kambing 684 dan unggas lainnya 1.578.
Sementara itu, data sementara fasilitas umum (fasum) terdampak antara lain sarana pendidikan 42 unit, sarana ibadah 17, fasilitas kesehatan 1 dan jembatan rusak 1.
Data korban jiwa per hari ini, tercatat korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13 orang.
Petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal.
Sedangkan mereka yang hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu 6 hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.
Pencarian Korban Hilang Hanya Satu Minggu
Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian warga hilang di Hari ke-4 paska erupsi Gunung Semeru.
Pihak Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) korban erupsi Gunung Semeru ini, di bawah koordinasi langsung pihak Basarnas.
Diketahui, pencarian korban hilang erupsi Semeru ini ditargetkan hanya satu minggu.
Hal itu disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Irwan Subekti dalam konferensi persnya, pada Selasa (7/12/2021).
Irwan Subekti yang juga menjadi Komandan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru menyampaikan, korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 22 orang.
Upaya pencarian difokuskan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.
Lebih lanjut dalam operasi pencarian, Irwan mengatakan tim gabungan sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan di lapangan.
“Pencarian pagi hingga sore dengan memperhatikan cuaca di Lumajang. Hampir setiap hari, setiap sore rata-rata turun hujan. Upaya pencarian sangat dipengaruhi kondisi hujan di lapangan,” ujarnya.
Upaya pencarian warga yang dinyatakan hilang akan mengoptimalkan kemampuan personel di lapangan, dibantu dengan alat berat.
Ia pun selalu mengingatkan kewaspadaan terhadap kondisi material vulkanik yang masih panas dan kondisi hujan di puncak gunung, agar terhindar dari banjir lahar dingin.
Pada kesempatan itu, posko memprioritaskan pada operasi pencarian dan penanganan warga yang mengungsi.
Terkait dengan penambang pasir yang hilang, pihaknya akan memastikan identitas korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi.
Dari jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang, 10 di antaranya belum teridentifikasi.
Irwan juga menyebutkan, warga yang mengungsi berjumlah 4.250 jiwa.
Warga mengungsi itu tersebar pada beberapa titik di Kabupaten Lumajang dan hanya ada 1 titik, masing-masing di Kabupaten Malang dan Blitar.
Tercatat, rincian distribusi penyintas di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang.
Jumlah warga mengungsi di Kecamatan Candipuro 1.733 jiwa, Pasirian 974, Tempeh 400, Pronojiwo 295, Lumajang 199, Pasrujambe 197, Sukodono 191, Sumbersuko 67, Jatiroto 56, Yosowilangun 28, Ranuyoso 26, Rowokangkung 16 dan Gucialit 8.
Sementara itu, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq menambahkan, pemerintah daerah berupaya untuk memberikan pelayanan kepada para penyintas secara optimal.
Ia juga menyampaikan untuk penanganan jangka pendek, menengah dan panjang warga di tempat pengungsian, pihaknya akan memindahkan warga yang mengungsi ke fasilitas-fasilitas pendidikan.
Seperti SD, SMP dan SMA di Lumajang.
“Tempat pengungsian sekarang berada di beberapa fasiltias umum balai desa dan kecamatan, selanjutnya akan direlokasi ke sekolah."
"Saat ini kami sedang menginvetaris sekolah SD, SMP dan SMA bisa digunakan sebagai tempat penampungan,” ujar Thoriqul.
Proses relokasi pemukiman warga terdampak saat ini dalam proses identifikasi lokasi, diutamakan di lahan-lahan milik pemerintah dan pemerintah daerah.
Selanjutnya, Thoriqul Haq mengharapkan dukungan media untuk ikut mendorong semangat positif agar tercipta suasana kondusif untuk percepatan penanganan paska bencana.
Jokowi Tinjau ke Wilayah Terdampak
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hari ini tinjau wilayah-wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021).
Langkah tanggap darurat, menjadi perintah langsung dari Presiden Jokowi untuk semua jajaran dan instansi terkait yang terlibat.
Hal itu dikatakan Jokowi di akun Instagramnya @jokowi, dikutip redaksi TribunBekasi.com.
Ia pun segera memerintahkan beberapa jajaran terkait untuk melakukan tanggap darurat.
"Selamat pagi.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi hari Sabtu lalu.
Segenap jajaran pemerintah telah bergerak mengambil langkah tanggap darurat dalam bencana alam tersebut.
Dan pagi ini, saya menuju Lumajang untuk meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak erupsi Gunung Semeru." tulis akun Instagram @jokowi.
Kronologi Gunung Semeru Erupsi
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeberkan soal kronologi peningkatan aktifitas Gunung Semeru.
Melalui pesan singkatnya diterima redaksi TribunBekasi.com, menurut Abdul Muhari, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktifitas vulkanik.
Aktifitas vulkanik Gunung Semeru yang ditunjukkan tersebut yakni terjadinya guguran awan panas.
Awan panas tersebut mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.
Ia mengatakan, kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas.
Getaran banjir lahar atau guguran awan panas itu tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.
Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas.
Hal itu angat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.
Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.
Catatan dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter, dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.
(TribunBekasi.com/BAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/kerusakan-di-DAS-Curah-Kobokan-Lumajang-Jawa-Timur.jpg)