Berita Bekasi

Dinas Kesehatan Kota Bekasi Imbau Warga Waspada DBD di Tengah Pancaroba

Kepala Dinas Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengimbau masyarakat waspada sebab wabah DBD mengintai.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ilustrasi - Dinas Kesehatan Kota Bekasi meminta masyarakat waspada di musim hujan ini, sebab kasus DBD diprediksi bisa kembali naik. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Kepala Dinas Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terkait demam berdarah dengue (DBD) ditengah Pancaroba seperti ini. Oleh itu, pola hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan.

Tanti menyebut jika kasus DBD di Kota Bekasi saat ini memang belum adanya peningkatan kasus, meski begitu hal ini perlu diantisipasi secara bersama-sama oleh masyarakat terkait kebersihan lingkungan.

Baca juga: Waspada, Kasus DBD Mulai Meningkat di saat Musim Hujan Tiba

"Di musim hujan bisa jadi ancaman, bagaiamana mereka membuang sampah, bagaimana lingkungannya, DBD nya diketahui sudah ada, meskipun DBD tidak tinggi seperti tahun sebelumnya," kata Tanti Rohilawati, Sabtu (11/12/2021).

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, tercatat per Oktober 2021, total kasus demam berdarah (DBD) di Kota Bekasi adalah sebesar 1.665 kasus. 

Puncak naiknya penderita DBD terjadi di bulan Juni 2021 sebanyak 471 kasus. Setelah itu, kasus terus menurun, tercatat ada 56 kasus di bulan Oktober.

Baca juga: PCB Persipasi Kokoh di Puncak Klasemen Group D Liga III Regional Jabar, Ini Pesan Maman Suryaman

Dengan catatan ini, Tanti menekankan untuk tetap dapat diantisipasi secara bersama-sama.

"Tetap kita antisipasi , bagaimana pun kita meminimalisir, Perilaku masyarakat hidup bersih dan sehatnya," katanya.

Berkaitan peran penyuluhan di RT/RW terkait antisipasi DBD, dikatakan Tanti pihaknya akan kembali melakukan koordinasi untuk mengaktifkan kembali penyuluhan itu, sebab selama pandemi ada keterbatasan untuk melakukan penyuluhan.

Baca juga: Warga Lansia dan Penderita Komorbid Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Stadion Patriot Kota Bekasi

Meski begitu, Tanti mengajak bahwa penyuluhan DBD juga bisa dilakukan tidak hanya secara tatap muka, namun juga bisa memanfaatkan sarana media sosial, ataupun juga masyarakat sekitar dapat berperan aktif mengantisipasi DBD.

"Penyuluhan itu kan ngak harus wilayah, tapi juga dilakukan ditempat lainnya. Penyuluhan bisa dilalui di masjid-masjid waktu itu, termasuk melalui radio, media sosial dan lainnya," ucapnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved