Berita Pendidikan

Penuhi Kebutuhan Tenaga di Pelabuhan, SMK Tanjung Priok 1 Buka Jurusan Teknik Logistik

Jurusan yang mulai dibuka pada tahun ini serta sudah melakukan proses belajar mengajar diikuti sebanyak 20 orang yang ditempatkan dalam satu kelas. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Junianto Hamonangan
PT JICT bekerja sama dengan SMK Tanjung Priok 1, Jakarta Utara dalam program CSR Green Dock School. 

TRIBUNBEKASI.COM — SMK Tanjung Priok 1, Jakarta Utara menjadi sekolah pertama di DKI Jakarta yang membuka jurusan Teknik Logistik.

Ketua Yayasan Dikantara, Ridho Dermawan mengatakan pihaknya membuka jurusan Teknik Logistik untuk menciptakan tenaga terampil di bidang logistik untuk bekerja di pelabuhan. 

“Saat ini belum ada satupun program Tehnik Logistik di Jakarta maka SMK akan menciptakan para lulusan untuk ikut terjun ke pelabuhan,” ucap Ridho Dermawan, di lokasi, Selasa (21/12/2021). 

Jurusan yang mulai dibuka pada tahun ini serta sudah melakukan proses belajar mengajar diikuti sebanyak 20 orang yang ditempatkan dalam satu kelas. 

Baca juga: Korupsi Dana Bantuan Sekolah di SMKN 2 Karawang, Mantan Bendahara baru Kembalikan Uang Rp 250 Juta

“Yang dipelajari aktivitas logistik mulai dari forwarding, penanganan barang di warehouse, perjalanan truckingnya, rantai logistik,” tuturnya. 

Kehadiran jurusan baru itu bekerja sama dalam program Green Dock School yang digagas PT Jakarta International Container Terminal (JICT) agar meningkatkan mutu dan kompetensi siswa. 

“Karena ini masih program studi baru kita harus meminta bantuan tenaga pengajar, tenaga ahli. Alhamdulillah JICT tenaga ahlinya berkenan,” ujar Ridho. 

Direktur Utama PT JICT Ade Hartono mengatakn lewat program Green Dock School pihaknya ingin menggandeng SMK Tanjung Priok 1 dalam rangka membangun pendidikan di Jakarta Utara. 

Baca juga: Murid SDN Lemahabang IV Gembira Bisa Tetap Sekolah setelah Kejari Karawang Menangi Sengketa

Sebab SMK Tanjung Priok 1 memiliki jurusan baru yakni Teknik Logistik yang sejalan dengan ruang kerja JICT dimana salah satunya sebagai operator peti kemas di Indonesia. 

“JICT bersama SMK Tanjung Priok 1 bisa bekerja sama mengembangkan pendidikan logistik dan berharap anak didik yang sudah selesai, ingin bekerja sudah memiliki kompetensi,” tuturnya. 

Nantinya bantuan yang diberikan berupa dana yang akan digunakan untuk bisa meningkatkan kualitas laboratorium komputer serta mengirim tenaga ahli sebagai pengajar.

“Seandainya nanti membutuhkan tenaga expert di bidang logistik dalam kegiatan belajar mengajar, kita siap,” ungkapnya.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved