Breaking News:

Berita Nasional

Akses Air Minum Perpipaan Nasional Baru 20 Persen, Lampung Paling Rendah

Setiap tahun itu pertambahannya tak sampai 1 persen, padahal pertambahan penduduk Indonesia sekitar 1 persen per tahunnya.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Ilustrasi air bersih. 

TRIBUNBEKASI.COM — Akses air minum perpipaan di Indonesia tercatat masih sangat rendah. Capaian akses tersebut secara nasional masih berada di angka 20 persen.

Koordinator Lintas Bidang Air Minum dan Sanitasi Direktorat Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Nur Aisyah Nasution mengungkapkan hal itu dalam diskusi secara daring, Rabu (22/12/2021).

“Sebenarnya akses (air minum) perpipaan baru mencapai 20 persen. Kita sudah 76 tahun merdeka dan ternyata baru 20 persen saja akses yang kita miliki,” ucap Aisyah.

“Setiap tahun itu pertambahannya nggak sampai 1 persen, padahal pertambahan penduduk Indonesia sekitar 1 persen per tahunnya. Ditambah lagi adanya migrasi desa ke kota, sehingga banyak kota yang mengalami tekanan yang luar biasa terhadap kebutuhan air minum atau air berkualitas aman,” sambungnya.

Baca juga: PDAM Tirta Bhagasasi Kaji Rencana Penyesuaian Tarif, Jika Disepakati Diterapkan Akhir Tahun Ini

Baca juga: Kejar Target Cakupan Layanan, PDAM Tirta Bhagasasi Buka Peluang Kerjasama dengan Swasta

Berdasarkan catatannya, kata Aisyah, Provinsi Lampung menjadi wilayah yang memiliki akses air minum perpipaan terendah di Indonesia, yakni 4,57 persen.

Sementara itu, akses air minum perpipaan tertinggi secara nasional adalah Provinsi Kepulauan Riau (64,61 persen).

Maka dari itu Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas sudah menyiapkan perencanaan atau roadmap untuk memperluas jangkauan akses air minum perpipaan di daerah maupun perkotaan.

Pertama adalah dari sisi infrastruktur, dalam hal ini perpipaan menjadi solusi yang utama. Pemerintah ingin memastikan masyarakat mempunyai akses perpipaan, yakni melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Baca juga: PDAM Tirta Tarum Karawang Catat Prestasi, Mampu Tekan Kebocoran Air Senilai Rp 337 Juta

Baca juga: Pipa PDAM Rusak Sepanjang 200 Meter Imbas Jalan Kodam Ambles, 700 Pelanggan Kesulitan Air Bersih

Kedua adalah dari sisi pengguna atau konsumen, dalam hal ini rumah tangga. “Tak cuma perpipaan (infrastruktur), kita juga harus membangun kesadaran masyarakat bahwa air minum ini adalah urusan semua. Jadi memang masyarakat kita harus sadar,” papar Aisyah.

“Sebelumnya kita memastikan terlebih dahulu apakah di rumahnya masuk ke dalam wilayah jangkauan PDAM, kemudian berikan edukasi menggunakan air pipa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini 90 persen masyarakat Indonesia telah memiliki akses air, namun baru 20 persen yang mendapatkan akses melalui perpipaan atau PDAM.

Sementara 70 persennya masih menggunakan atau mendapatkan akses air yang berasal dari sumur bor.

Padahal, tidak semua air yang berasal dari sumur bor memiliki kualitas aman, alias tidak terkontaminasi. (Tribunnews.com/Ismoyo)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved