Bangkitkan Pariwisata Indonesia, DPP ASITA dan PATA Indonesia Berkolaborasi dengan Jababeka

Mereka sepakat berkolaborasi untuk mengembangkan destinasi wisata, khususnya di bagian timur Indonesia, seperti Pulau Morotai di Maluku Utara.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Webinar bertema Di Indonesia Saja: Pariwisata Domestik sebagai Daya Tarik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, yang digelar di Jakarta, baru-baru ini. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pariwisata Indonesia kini tengah dalam proses pemulihan akibat pandemi Covid-19. Kebangkitan pariwisata di Indonesia butuh momentum yang dilakukan bersama-sama oleh para stakeholder.

Keterpurukan pariwisata Indonesia akibat pandemi berdampak kepada semua stakeholder, baik penyedia akomodasi, agen travel, rumah makan, hingga transportasi dan supplier makanan.

Menyadari kondisi tersebut, Direktur Utama PT Jababeka Morotai, Basuri Tjahaja Purnama bersama Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) N Rusmiati, dan President PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo sepakat menggaungkan kampanye 'Di Indonesia Saja'.

Mereka juga sepakat berkolaborasi untuk mengembangkan destinasi wisata, khususnya di bagian timur Indonesia, seperti Pulau Morotai di Maluku Utara.

Hal itu terungkap dalam webinar bertema Di Indonesia Saja: Pariwisata Domestik sebagai Daya Tarik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, yang digelar di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, baru-baru ini.

webinar-23desB
Webinar bertema Di Indonesia Saja: Pariwisata Domestik sebagai Daya Tarik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, yang digelar di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, baru-baru ini.

Komitmen menggaungkan kampanye tersebut karena ketiga pihak itu sepakat bahwa kunci pemulihan pariwisata Indonesia ialah wisatawan domestik.

Rusmiati melalui ASITA menyatakan akan mengajak anggotanya yang berjumlah 7 ribu agen travel di 34 provinsi di Indonesia untuk mempromosikan kampanye ‘Di Indonesia Saja’

Sementara itu Merry Karouwan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Sulawesi Utara (Sulut) menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya tengah dalam proses kemungkinan kerja sama demi mengembangkan tempat wisata di Pulau Morotai. Hanya saja usaha tersebut terhenti akibat pandemi.

Merry bercerita bahwa pada Maret 2019, ia datang bersama 15 agen travel datang ke Morotai atas persetujuan Gubernur Sulut terkait kemungkinan sister city, yaitu Marun Manado-Morotai. Harapannya, dapat paket wisata yang “beyond Manado.”

Baca juga: Cantiknya Pulau-Pulau Kecil di Morotai, Bikin Duta Besar Polandia Terpesona

“Kami datang juga ke Jababeka Morotai juga waktu itu, dan kami waktu itu terkagum  sama alamnya dan daerahnya yang syarat sejarah. Bahkan kami sampai ingin membeli tanah di sana. Saya dengan agen travel saling sepakat karena lokasinya bisa dijangkau (dengan mudah). Oke banget,” terang Merry.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved