Breaking News:

Berita Bisnis

Pentingnya Strategi Lahirkan Entrepreneur Lewat Entrepreneurial Learning Model

Menurut data Global Entrepreneurship Index (GEI) tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-75 dari 137 negara yang disurvei.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Rendika Nugraha memaparkan kegiatannya yang bertajuk Penciptaan Startup Digital Berbasis Entrepreneurial Learning Model (ELM) dalam seminar internasional yang digelar secara hybrid, Senin-Kamis (20-23 Desember). 

TRIBUNBEKASI.COM — Kurang kondusifnya ekosistem kewirausahaan ditengarai menjadi salah satu faktor yang membuat jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat rendah.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 3,47 persen dari seluruh penduduknya.

Jumlah tersebut masih terlalu sedikit. Bandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 8,5 persen, atau Malaysia dan Thailand yang 4,5 persen.

Masih kurang kondusifnya ekosistem ini juga tercermin dari peringkat Global Entrepreneurship Index (GEI).

Menurut data GEI tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-75 dari 137 negara yang disurvei.

Dengan peringkat tersebut, posisi GEI Indonesia masih tertinggal dibanding beberapa negara tetangga di ASEAN. Misalnya, Singapura sudah menempati peringkat ke-27, Malaysia ke-43, Brunei Darussalam ke-48, Thailand ke-54, dan Vietnam ke-73.

GEI adalah indeks yang mengukur kualitas dan dinamika ekosistem entrepreneurship suatu negara.

Indeks ini dipublikasikan oleh The Global Entrepreneurship and Development Institute (GEDI), institusi yang berkantor pusat di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

GEDI ini didirikan oleh para akademisi dalam bidang entrepreneurship dari George Mason University, AS, University ofg Pecs dari Hongaria, dan Imperial College London dan London School os Economic, keduanya dari United Kingdom.

Merujuk konsep GEI, salah satu institusi yang berperan penting dalam ekosistem kewirausahaan adalah perguruan tinggi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved