Breaking News:

Berita Bekasi

Diduga Jual Obat Terlarang, Toko Kosmetik Digeruduk Emak-emak di Bekasi, Warga: Modusnya Selalu Sama

Toko kosmetik di Desa Karang Getak, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi digrebek warga, Minggu (26/12/2021).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Toko kosmetik di Desa Karang Getak, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi digrebek warga, Minggu (26/12/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, SUKAWANGI - Toko kosmetik di Desa Karang Getak, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi digrebek warga, Minggu (26/12/2021).

Mayoritas warga sekitar yang menggerebek toko kosmetik di Desa Karang Getak tersebut merupakan emak-emak.

Warga bernama Parmin (45) menjelaskan toko kosmetik itu berkali-kali kedapatan menjual obat-obatan terlarang ke pemuda setempat.

"Jadi untuk mengelabui warga, modusnya selalu sama, jual kosmetik-kosmetik. Sementara yang beli dan masuk ke sana kebanyak laki-laki," kata Parmin saat ditemui di lokasi, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Diduga Menjual Obat-obatan Terlarang, Emak-emak Marahi Sekelompok Pemuda di Toko Kosmetik Sukawangi

Baca juga: Korean Beauty Store Hadir Pertama Kali di Indonesia, Ada Ratusan Produk dan Belasan Brand Kosmetik

Baca juga: Empat Polisi Gadungan Peras Pemilik Toko Kosmetik di Bekasi, Modusnya Tuduh Korban Jual Obat Ilegal

Parmin menjelaskan selain penggrebekan pada Minggu kemarin, warga juga pernah melakukan hal serupa pada beberapa bulan lalu.

"Tiga bulan yang lalu kayaknya juga digrebek, tokonya sama yang itu juga, terus dibawa penjualnya ke kantor desa, habis itu enggak tahu kasusnya gimana," ungkapnya.

Ia menjelaskan para warga cemas lantaran sebagian pemuda yang membeli obat-obatan terlarang merupakan warganya sendiri.

Parmin meminta ketegasan pihak kepolisian agar para pemuda di desanya terhindar dari penyalahgunaan obat-obat terlarang.

"Obat itu kan enggak semestinya dikonsumsi tanpa resep dokter. Mereka mah nelen itu biar buat mabok doang"

"Jadi enggak ada faedahnya. Kami minta biar polisi usut kasus ini. Kalau perlu cabut saha izinnya biar enggak jualan lagi di desa kami," kata Parmin.

(TribunBekasi.com/ABS)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved