Breaking News:

Berita Bekasi

Diduga Menjual Obat-obatan Terlarang, Emak-emak Marahi Sekelompok Pemuda di Toko Kosmetik Sukawangi

Beredar video melalui aplikasi percakapan singkat meerekam puluhan emak-emak mengamuk ke sekelompok pemuda, Minggu (26/12/2021).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Beredar video dari aplikasi percakapan singkat meerekam puluhan emak-emak mengamuk ke sekelompok pemuda, di sebuah rumah, di Desa Karang Getak, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (26/12/2021). Diduga, sekelompok pemuda itu jual obat-obat terlarang berkedok toko kosmetik. 

TRIBUNBEKASI.COM, SUKAWANGI - Beredar video melalui aplikasi percakapan singkat meerekam puluhan emak-emak mengamuk ke sekelompok pemuda, Minggu (26/12/2021).

Video emak-emak marah-marah ke sekelompok pemuda tersebut terjadi di sebuah rumah, di Desa Karang Getak, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Informasi yang dihimpun, puluhan emak-emak berang lantaran sekelompok pemuda itu jual obat-obat terlarang.

Obat-obatan terlarang tersebut dijual dengan kedok toko kosmetik di Desa Karang Getak, Kecamatan Sukawangi.

Baca juga: Korean Beauty Store Hadir Pertama Kali di Indonesia, Ada Ratusan Produk dan Belasan Brand Kosmetik

Baca juga: Empat Polisi Gadungan Peras Pemilik Toko Kosmetik di Bekasi, Modusnya Tuduh Korban Jual Obat Ilegal

Baca juga: Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Empat Polisi Gadungan yang Memeras Pemilik Toko Kosmetik

Seorang warga bernama Parmi membenarkan kejadian tersebut.

Para warga yang mayoritas emak-emak awalnya mencurigai sebuah toko kosmetik yang sering dikunjungi oleh pemuda.

"Ya awalnya kami curiga, kok toko kosmetik yang datang membeli malah kebanyakan cowok-cowok," kata Parmin di lokasi, Senin (27/12/2021).

Seorang warga kemudian bertanya kepada seorang pembeli yang baru saja keluar dari toko kosmetik tersebut.

Ia mengaku datang ke toko tersebut untuk membeli obat-obatan terlarang.

Para emak-emak kemudian mendatangi toko kosmetik tersebut dan melakukan penggrebekan.

Beberapa orang penjual kemudian dibawa warga ke rumah kepala desa.

"Yang beli mah bukan warga sini, beda desa. Terus langsung kita samperin tokonya," ujarnya.

Warga membawa serta puluhan plastik berisi obat-obatan terlarang siap edar beserta uang ratusan ribu rupiah.

Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian langsung mengamankan para penjual.

(TribunBekasi.com/ABS)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved