Breaking News:

Berita Bisnis

Krakatau Steel Penuhi Kewajiban Pembayaran Utang Senilai Rp2,7 Triliun

Krakatau Steel dapat menyelesaikan fasilitas Working Capital Bridging Loan (WCBL) sebesar 200 juta dolar AS kepada Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews/HO/Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo menandatangani baja produk terbaru saat meresmikan pabrik baja Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, perusahaan pelat merah produsen besi dan baja, telah memenuhi kewajiban penyelesaian utang Tranche B sebesar Rp2,7 triliun.

Direktur Keuangan Krakatau Steel, Tardi mengungkapkan, penyelesaian utang tersebut merupakan hasil dari dukungan semua pihak.

Krakatau Steel dapat menyelesaikan fasilitas Working Capital Bridging Loan (WCBL) sebesar 200 juta dolar AS kepada tiga bank milik pemerintah yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.

“Sesuai dengan perjanjian kredit restrukturisasi, Krakatau Steel telah melakukan pembayaran atas outstanding fasilitas kredit yang sebesar 200 juta dolar AS yang jatuh tempo pada bulan Desember 2021,” jelas Tardi di Jakarta, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Hingga November 2021, Laba Krakatau Steel Tembus Rp1 Triliun

Baca juga: Hingga kuartal III-2021, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp1 Triliun Lebih

Sebagai informasi, pasca penandatanganan perjanjian restrukturisasi di bulan Januari 2020, perusahaan berkode saham KRAS ini telah membayar utang sebesar 30,4 juta dolar AS atau setara Rp437 miliar.

Dimana,terdiri dari utang Tranche A hasil kesepakatan restrukturisasi utang sebesar 17,4 juta dolar AS atau setara Rp250 miliar, dan cicilan utang kepada Commerzbank 13 juta dolar AS atau setara Rp187 miliar.

Sehingga di tahun 2021 Krakatau Steel telah membayar utang sebesar Rp3,2 triliun.

Lebih lanjut Tardi menuturkan, dengan semua upaya yang telah dilakukan oleh manajemen selama ini dan dengan dukungan Kementerian BUMN, maka kinerja KRAS ke depan akan semakin baik.

“Sumber pembayaran utang ini diperoleh dari internal cashflow perusahaan atas hasil kinerja Krakatau Steel yang semakin membaik pasca restrukturisasi,” pungkasnya. (Tribunnews.com/Ismoyo)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved