Breaking News:

Berita Bisnis

Garuda Indonesia Prediksi Trafik Penumpang Pesawat Tumbuh Tak Siginifikan di Periode Nataru

Garuda Indonesia memprediksi, penumpang pesawat yang dilayani dalam penerbangan di periode Nataru ini tumbuh hingga 27 persen dibanding November 2021.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Banu Adikara
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia Boeing 777. 

TRIBUNBEKASI.COM — Manajemen Garuda Indonesia memprediksi trafik penumpang pesawat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) bakal mengalami pertumbuhan meskipun angkanya tidak signifikan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, meskipun pertumbuhannya tidak terlalu signifikan, setidaknya hal tersebut menjadi penanda bahwa masyarakat mulai beradaptasi dalam melakukan perjalanan di era New Normal.

Garuda Indonesia memprediksi, penumpang pesawat yang dilayani dalam penerbangan di periode Natal dan Tahun Baru ini tumbuh hingga 27 persen, jika dibandingkan pada bulan November 2021 lalu.

Dirinya kembali mengatakan, peningkatan trafik penumpang di periode Nataru ini sejalan dengan tren masyarakat yang memanfaatkan momen akhir tahun untuk melakukan perjalanan, seiring adanya relaksasi kebijakan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Terkait Potensi Delisting, Manajemen Garuda Indonesia Fokuskan Pemulihan Kinerja lewat PKPU

Baca juga: Lalu Lintas Kargo Internasional di Garuda Indonesia, Tumbuh Hingga 89,66 Persen

“Walaupun proyeksi pertumbuhan penumpang tersebut belum menunjukan pertumbuhan signifikan, kami melihat tren positif ini menjadi basis penting dalam merefleksikan kesiapan masyarakat dalam melakukan perjalanan di era kenormalan baru,” ujar Irfan di Jakarta, Selasa (28/21/2021).

Garuda Indonesia pada Oktober tahun ini juga telah melakukan survei internal. Survei tersebut mengungkapkan bahwa 68 persen penumpang menyatakan akan mulai melaksanakan perjalanan dalam 3 bulan ke depan yaitu pada bulan November, Desember dan Januari. 

Dengan proyeksi kenaikan trafik penumpang tersebut, maskapai berkode saham GIAA ini juga menyelaraskan langkah preventif untuk memastikan konsistensi penerapan protokol kesehatan.

Tak sampai di situ, Garuda Indonesia juga memastikan konsistensi tingkat ketepatan waktu penerbangan tetap terjaga, dimana rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan Garuda pada periode nataru hingga saat ini berhasil menyentuh kisaran 85 persen.

“Ditengah sinyal positif proyeksi peningkatan trafik penumpang pada momentum akhir tahun ini, tentunya kami meyakini konsistensi penerapan prokes dan tata laksana penanganan pandemic tetaplah menjadi prioritas bersama yang harus dikedepankan,” pungkas Irfan. (Tribunnews.com/Ismoyo)

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved