Breaking News:

Berita Karawang

Pandemi Covid -19 Ditengarai Bikin Angka Pernikahan di Karawang Turun Drastis

Hingga November 2021, hanya ada 13.798 pernikahan yang terdafar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, sedang tahun 2020 berjumlah 15.449.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Kompas.com
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang mencatat angka pernikahan di wilayah Kabupaten Karawang mengalami penurunan selama setahun terakhir.

Penurunan jumlah pasangan yang mendaftarkan pernikahan itu diperkirakan sekitar 30 persen pada 2021 dibandingkan angka pernikahan di tahun 2020.

Terhitung per November 2021, hanya ada 13.798 pernikahan yang terdafar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, sedangkan di tahun 2020 berjumlah 15.449 pasangan.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas), Yakub Lubis Alfauzie, mengatakan penurunan angka pernikahan di Kabupaten Karawang tak dipungkiri karena dampak dari pandemi Covid-19.

"Ya bisa jadi angka pernikahan turun karena pandemi Covid-19. Bukan hanya mempengaruhi pada perekonomian saja," ujarnya, pada Rabu (29/12/2021).

Dijelaskannya, pengetatan protokol kesehatan dan aturan larangan menggelar resepsi pernikahan juga menjadi penyebab. Ditambah aturan minimal bisa menikah usai 19 tahun.

Dia menambahkan, faktor lain yang mengakibatkan penurunan angka pernikahan di Kabupaten Karawang yakni banyaknya para pekerja yang diberhentikan karena pandemi dan banyak juga pernikahan yang tidak terlapor ke Kemenag dalam arti nikah siri.

"Ya semua itu menjadi faktor-faktornya angka pernikahan turun," terang dia.

Saat ini, kata  Yakub Lubis Alfauzie, pihaknya masih terus memantau untuk menekan angka pernikahan di bawah umur di Kabupaten Karawang.

Dalam rangka menekan pernikahan dibawah umur, Bimas Kemenag Kabupaten Karawang gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Dalam mengedukasi, kita juga menyambangi sekolah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat, karena masih ada yang tidak tahu aturan pernikahan yang ada di Indonesia ini," ujar Yakub.

Terakhir ia pun menyampaikan harapannya mengenai pentingnya edukasi pernikahan di lingkup keluarga.

"Orangtua juga harus ikut serta dalam mengedukasi anak, demi menjaga sang buah hati, juga menghidari hal-hal yang tidak diinginkan,"tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved