Breaking News:

Begal

Pengungkapan Kasus Curas Naik 22 Persen, Mayoritas Pelaku Anak Putus Sekolah

Euforia masyarakat yang boleh ke luar rumah lagi mendorong kenaikan kasus pencurian dengan kekerasan di Bekasi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan saat pihaknya menggelar acara rilils akhir tahun pada Jumat (31/12/2021) lalu. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG -- Pengungkapan kasus pembegalan, atau pencurian dengan kekerasan (curas), oleh Polres Metro Bekasi di tahun 2021 naik 22 persen.

Hal itu diutarakan oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, dalam acara rilils akhir tahun pada Jumat (31/12/2021).

"Kasus curas yang berhasil kami ungkap pada tahun sebelumnya sebanyak 18 kasus. Kemudian di tahun ini naik menjadi 22 kasus yang artinya naik 22 persen," kaya Hendra.

Meningkatnya kasus curas, sambung Hendra, terjadi pada akhir tahun.

Menurut Kapolres, banyak faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus curas di Kabupaten Bekasi pada 2021.

Mobilitas masyarakat yang mulai kembali normal, setelah terdampak Covid-19, ikut mendorong meningkatnya kasus pembegalan.

"Kenaikan ini terjadi justru pada bulan September, di mana terjadi euforia di masyarakat karena kasus Covid-19 sudah menurun," tuturnya.

Mayoritas pelaku yang ditangkap merupakan anak-anak putus sekolah, lantaran keuangan keluarga berkurang akibat terdampak Covid-19.

"Seperti diketahui, sudah hampir 2 tahun Covid-19 melanda. Awalnya mereka dilarang keluar rumah, lalu mungkin ada kejenuhan setelah kasus melandai sehingga mereka terlibat kasus curas. Banyak dari mereka yang sudah putus sekolah," ungkap Hendra.

Namun, Hendra tak menjelaskan jumlah pelaku curas yang ditangkap dari pengungkapan 22 kasus curas di Kabupaten Bekasi ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved