Breaking News:

Berita Bekasi

Viral, Beli Bubur Ayam Tak Sampai 5 Menit, Disuruh Bayar Parkir Rp 7.000, Ini Kata Kades Jayamukti

"Terkait yang ramai-ramai di media sosial, yang mengatasnamakan Karang Taruna Desa Jayamukti itu tidak benar," ungkap Iwan

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Viral, Beli Bubur Ayam Tak Sampai 5 Menit, Disuruh Bayar Parkir Rp 7.000, Ini Kata Kades Jayamukti
TribunBekasi.com
Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang pengendara mobil yang mengeluhkan tingginya tarif parkir di kawasan Pasar Bersih Pintu 11 Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT -- Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang pengendara mobil yang mengeluhkan tingginya tarif parkir di kawasan Pasar Bersih Pintu 11 Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @liputancikarang dan hingga Senin (3/1/2022) sore ini, telah ditonton sebanyak 13.145 kali.

Seorang pengendara mobil yang merekam video itu menyatakan bahwa dirinya hanya sebentar memarkirkan kendaraannya ketika hendak membeli bubur ayam yang dibawa pulang, pada Minggu (2/1/20221) lalu.

"Beli bubur ayam, enggak sampai 5 menit tapi disuruh bayar parkir Rp 7.000," keluhnya.

Baca juga: Seorang Nenek Menjadi Korban Penganiayaan Tetangganya Sendiri, Diduga Gara-gara Parkiran Kendaraan

Baca juga: Kader PDI Perjuangan Menganiaya Remaja di Parkiran Minimarket Ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka

Bahkan ia memperlihatkan tiket parkir bertuliskan oknum yang diduga melakukan pungutan parkir.

Tertulis di dalam tiket Karang Taruna Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat beserta logo.

Menanggapi hal itu, Kades Jayamukti Iwan  menjelaskan bahwa terhitung sejak 2 September 2021 lalu, pemdes telah membekukan kepengurusan Karang Taruna Desa Jayamukti.

Sampai saat ini, belum dibentuk kembali lantaran masa jabatan kepengurusan yang lama telah selesai.

"Terkait yang ramai-ramai di media sosial, yang mengatasnamakan Karang Taruna Desa Jayamukti itu tidak benar," ungkap Iwan saat dikonfirmasi, Senin (3/1/2022).

BERITA VIDEO : NENEK 72 TAHUN DIKEROYOK TIGA OTK DI MAKASAR

Iwan menjelaskan telah memanggil oknum yang mengatasnamakan Karang Taruna Jayamukti. Ia juga menegaskan sejak dirinya dilantik, tak pernah sekali pun mengeluarkan Peraturan Desa terkait dengan pungutan.

"Terkait pungutan liar saya sudah memanggil tokoh pemuda Desa Jayamukti untuk menegur atau mengklarifikasi. Adapun parkir itu sah-sah saja tapi tidak menargetkan," ucapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved