Breaking News:

Berita Bekasi

Anggarkan Karangan Bunga untuk Kepala Daerah saja, Nicodemus: Tidak Adil, Harusnya Kami Juga Dong!

Jika nilai Rp. 1,1 miliar tersebut tidak habis dalam satu tahun tersebut, maka akan dikembalikan atau menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang menyebut jika pengadaan karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar oleh Pemerintah Kota Bekasi, tidak adil jika hanya diperuntukkan untuk kepada daerah saja. 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI TIMUR --- Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang menyebut jika pengadaan karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar oleh Pemerintah Kota Bekasi, tidak adil jika hanya diperuntukkan untuk kepada daerah saja.

Oleh karena itu, Nico sapaan akrab Nicodemus Godjang berharap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi sebagai legislatif juga mendapatkan anggaran itu sesuai dengan ketentuan dan kepatutan.

"Artinya kan tidak adil kalau cuman Kepala Daerah yang dianggarkan. Harusnya kami juga dong sebagai penyambung lidah rakyat, silahturahim namanya," kata Nicodemus Godjang ditemui, Rabu (5/1/2022).

Terkait anggaran karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar itu, Anggota Fraksi PDI-Perjuangan itu menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak terjebak kepada nilainya atau menganggap sebagai pemborosan anggaran. 

Baca juga: Anggarkan Karangan Bunga Rp 1,1 M dari APBD 2022, Pepen: Jangan Dilihat Nilainya Tapi Perhatiannya

Baca juga: Karangan Bunga Banjiri Kediaman Vanessa, Sejumlah Artis dan Pejabat Politik Turut Berbela Sungkawa

"Jadi jangan seolah-olah pemborosan anggaran, padahal coba dikali aja, 500 ribu satu karangan bunga dikali 10 udah 5 juta per hari. coba dikali 360 hari itu udah berapa. Bisa kurang bisa lebih itu," katanya.

Menurut, Nico jika nilai anggaran karangan bunga tersebut diperuntukkan untuk jangka waktu 1 tahun.

Jika nilai Rp. 1,1 miliar tersebut tidak habis dalam satu tahun tersebut, maka akan dikembalikan atau menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) pada APBD 2022.

"Kita tidak tahu nih kebutuhan tak terduga berapa. Maka kita anggarkan berapa kepatutannya. Toh kalau tidak terpakai balik lagi (silpa). Tapi ketika ada darurat toh kita ada anggarannya, tidak melanggar aturan, ada postur anggarannya," ujarnya.

BERITA VIDEO : BUNGA DUKA CITA HIASAI RUMAH VANESSA DAN BIBI

Menurut Nico, beberapa kepala daerah biasanya mendapatkan undangan atau ingin memberikan ucapan, namun karena berbagai hal dan tidak bisa menghadiri acara tersebut, maka bisa mengirimkan karangan bunga 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved