Breaking News:

Berita Karawang

Langgar Izin Tinggal Keimigrasian, Tiga WNA Afrika Dicomot Petugas dari Kontrakan di Rengasdengklok

Mereka datang ke Karawang untuk keperluan bisnis garmen. Namun, MAD dan OOS tidak dapat menunjukkan paspornya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Barlian Gunawan saat memberikan keterangan soal WNA asal Afrika yang diamankan di Rengasdengklok. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Petugas Kepolisian bersama Imigrasi Karawang mengamankan tiga warga negara asing (WNA) asal Afrika yang tinggal di kontrakan wilayah Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Ketiga WNA itu terdiri dari dua orang asal Nigeria berinisial RCH (26) dan OOS (23) serta satu orang asal Mozambik berinisial MAD (35).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Barlian Gunawan mengatakan ketiga WNA diamankan pada Selasa (5/1/2022) saat menumpang menginap di kontrakan perempuan di Kecamatan Rengasdengklok.

Mereka datang ke Karawang untuk keperluan bisnis garmen. Namun, MAD dan OOS tidak dapat menunjukkan paspornya.

Baca juga: Sepanjang 2021 Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi Terbitkan 12.828 Buku Paspor 

Baca juga: WNA Kabur dari Kejaran Petugas Imigrasi Nyaris Dipukuli Warga di Ancol, Sempat Diteriaki Maling

"Kalau RCH itu saat dilakukan pemeriksaan dapat menunjukkan paspornya. Dua yang lainnya masih menunggu penjaminnya mereka," katanya, pada Rabu (5/1/2022).

Dari hasil pemeriksaan, ketiganya diduga melakukan pelanggaran izin tinggal keimigrasian.

Berlian menerangkan untuk OOS diduga melanggar Pasal 71 huruf (b) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena tidak dapat menunjukkan paspornya.

BERITA VIDEO : KEPALA KANTOR IMIGRASI AKUI ANIAYA DIPLOMAT NIGERIA

Sementara itu, untuk MAD dan RCH diduga melanggar Pasal 78 ayat (2) karena berada di Indonesia melebihi dari batas waktu izin tinggalnya.

Keduanya telah berada di Indonesia sejak tanggal 27 Agustus 2019, sedangkan masa berlakunya sampai 3 Januari 2022.

"Ketiganya dapat dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sesuai dengan Pasal 75 ayat 2 huruf (a) dan (f) berupa pendeportasian disertai penangkalan,” pungkasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved